Penjelasan Seputar Kepanitiaan Pengajian Umum Sabtu 18 Pebruari 2012 di Masjid An-Nur Jagalan Malang

Berikut ini kami akan jelaskan permasalahan yang sebenarnya tentang kepanitiaan dalam acara Pengajian Umum bersama FADLILATUSY SYAIKH PROF DR ABDURRAZZAQ BIN ABDULMUHSIN AL-’ABBAD AL-BADR HAFIDHAHULLAH di Masjid An-Nur Kota Malang, Sabtu 18 Pebruari 2012 karena berita yang tersebar diopinikan berbeda dengan realita yang sebenarnya. Tujuan kami dengan penjelasan ini adalah agar jangan sampai terjadi simpang siur apalagi terkesan bahwa kami merebut kepanitiaan dan tidak mau bekerja sama dengan ikhwah yang lain.

Rencana pengajian umum ini sudah kami agendakan sekitar tiga bulan yang lalu setelah panitia penyelenggara pusat yaitu Syaikh ‘Ubaid As-Sindi hafidhahullah dari Madinah KSA memilih kami Masjid An-Nur untuk menjadi panitia. Hal ini disampaikan melalui Ustadz Wujud yang melaksanakan amanah dari Syaikh ‘Ubaid hafidhahullah. Ustadz Wujud tidak mempunyai wewenang untuk mengambil kebijakan kecuali atas seijin Syaikh ‘Ubaid hafidhahullah.

Allah yang memilih kami menjadi panitia tanpa permohonan dari kami untuk menjadi panitia kemudian juga karena kami sudah lama bermuamalah dengan Syaikh ‘Ubaid dalam dakwah dan beliau percaya kepada kami, walillaahil hamdu wal minnah.

Walaupun agendanya sudah lama, kami tidak berani mengumumkan tentang adanya pengajian umum ini sebelum benar-benar ada kepastian.

Sebelumnya kami juga sudah pernah kedatangan tamu mulia FADLILATUSY SYAIKH PROF DR ABDURRAZZAQ BIN ABDULMUHSIN AL-’ABBAD AL-BADR HAFIDHAHULLAH yang pernah datang ke kota Malang untuk mengadakan dauroh selama tiga hari, yaitu pada tahun 1996, yang mana pada saat itu adalah kedatangan beliau yang pertama kali ke Indonesia dan beliau sangat terkesan sehingga beliau ingin ke tempat kami lagi untuk yang kedua kalinya.

Menjelang hari H kami baru tahu ternyata ada pihak lain [selanjutnya disebut; ‘saudara kami’] yang ternyata telah membuat opini seakan ditunjuk sebagai panitia dan berlanjut sampai ribut-ribut masalah konsumsi, yaitu membuka donasi untuk pengadaan konsumsi bagi perserta kajian.

Masalah pengadaan konsumsi ini telah ditawarkan oleh Ustadz Wujud kepada kami dengan dana dari panitia pusat yaitu Syaikh ‘Ubaid dan tawaran tersebut kami tolak karena ditempat kami sudah sering mengadakan pengajian umum dengan perserta cukup besar dan tanpa ada konsumsi, apalagi saat itu disyaratkan konsumsinya harus ada daging sapinya. Kami tolak karena kami yakin bahwa para peserta yang hadir tujuannya adalah mencari ilmu dan bukan mencari makan, juga karena masalah-masalah yang lain.

Namun, tiba-tiba kami dikagetkan oleh ‘saudara kami’ tersebut yang menyatakan ditunjuk sebagai panitia oleh pusat untuk pengadaan konsumsi. Kami sudah menegurnya dan kami jelaskan permasalahannya, tapi ternyata ‘saudara kami’ tersebut tetap bersikeras dan bahkan membuka donasi untuk pengadaan konsumsi tersebut, bahkan mengumumkan di websitenya sebagai berikut;

“Bismillah, Masjid…… (Lembaga……) menjadi penanggung jawab konsumsi peserta pengajian umum Syaikh Prof. Dr. Abdurrozzaq yang insyaAlloh diselenggarakan di Masjid An Nur pada Tanggal 18 Februari 2012. L….. insyaAlloh akan menyediakan konsumsi (makan dan minum) bagi 3000 peserta. Alhamdulillah sampai saat ini donasi yang terkumpul, telah mencukupi untuk menyediakan 1900 konsumsi bagi peserta, dengan asumsi biaya makan dan minum per satu orang peserta adalah sebesar 5 ribu rupiah. Bagi yang ingin berpartisipasi dalam upaya pemuliaan kita kepada tamu-tamu Alloh ini, bisa langsung berkoordinasi dengan…….. Jazzakumullohu khoiron.”

Akhirnya dengan terpaksa kami tulis pernyataan di website kami dan juga di Facebook sebagai berikut;

“INFORMASI PENTING!
TAKMIR MASJID AN-NUR ADALAH PANITIA RESMI PENGAJIAN UMUM FADLILATUSY SYAIKH PROF DR ABDURRAZZAQ BIN ABDULMUHSIN AL-‘ABBAD AL-BADR HAFIDHAHULLAH DAN TIDAK BERTANGGUNGJAWAB JIKA ADA PIHAK LAIN YANG MENGATASNAMAKAN PANITIA.

ACARA INI SUDAH KAMI AGENDAKAN BEBERAPA BULAN YANG LALU.

TAKMIR MASJID AN-NUR TIDAK PERNAH MEMBUKA DONASI UNTUK PENGADAAN KONSUMSI BAGI PESERTA KAJIAN INI.

DEMIKIAN INFO INI, SUPAYA DITERUSKAN KE YANG LAIN.

TERIMA KASIH. JAZAKUMULLOH KHOIR.”

Setelah itu baru muncul permintaan maaf dari ‘saudara kami’ tersebut di websitenya sebagai berikut;

“DIUMUMKAN KEPADA DONATUR DAN CALON DONATUR ACARA SAFARI DAKWAH SYAIKH PROF. DR. ABDURROZZAQ DI MASJID AN-NUR KOTA MALANG, BAHWA SEMULA KAMI MENERIMA MANDAT DARI KETUA PANITIA PUSAT UNTUK PENYEDIAAN KONSUMSI. DENGAN PEMBERITAHUAN INI, DENGAN MEMOHON MA’AF YANG SEBESAR-BESARNYA KAMI UMUMKAN BAHWA DONASI PENYEDIAAN KONSUMSI UNTUK 3000 PESERTA SAFARI DAKWAH KAMI BATALKAN, DEMI KEMASLAHATAN. ADAPUN DONASI YANG SUDAH TERKUMPUL AKAN KAMI ALIHKAN UNTUK MA’HAD…….. ATAU DIKEMBALIKAN KEPADA YANG BERSANGKUTAN. DEMIKIAN, SEMOGA NIAT BAIK KITA SEMUA DITERIMA DI SISI ALLOH TANPA BERKURANG PAHALA SEDIKITPUN. AAMIIN, YAA ROBB. MARI KITA BERSAMA-SAMA MENIMBA ILMU DARI SYAIKH PROF. DR. ABDURROZZAQ YANG MULIA.”

Perlu diketahui bahwa panitia pusat, yaitu Syaikh ‘Ubaid tidak pernah menyetujui ‘saudara kami’ tersebut untuk menjadi panitia termasuk dalam pengadaan konsumsi (ini Syaikh ‘Ubaid katakan langsung kepada kami), Syaikh ‘Ubaid tetap menginginkan kami. Akhirnya kami usulkan kepada Syaikh ‘Ubaid agar konsumsinya diganti saja, jangan nasi tapi kue saja, dan Syaikh ‘Ubaid bilang akan dipikirkan lagi.

Kenapa Syaikh Ubaid ingin agar konsumsinya nasi dan daging sapi? Beliau bercerita kepada kami ketika bertemu di Sidoarjo bahwa mungkin banyak peserta dari luar kota yang tidak mempunyai uang untuk beli makan sehingga perlu disediakan konsumsi tersebut. Setelah kami jelaskan bahwa kami sudah sering mengadakan acara semacam ini tanpa konsumsi dan bahwa para perserta yang hadir itu datang bukan untuk mencari makan akan tetapi mencari ilmu, akhirnya Syaikh ‘Ubaid baru memamahaminya.

Perlu diketahui bahwa kami bukannya tidak mau bekerjasama, permasalahannya adalah bahwa ‘saudara kami’ tersebut bukan mengajak kerja sama akan tetapi membuat ‘panitia tandingan’, kami menyebut ‘panitia tandingan’  walau hal ini tidak diakuinya akan tetapi realita dan fakta berbicara seperti itu.

Seandainya ‘saudara kami’ tersebut datang kepada kami dengan baik-baik dan menawarkan jasa untuk membantu kami dalam rangka mensukseskan acara pengajian umum ini tentu kami akan dengan sangat senang sekali menyambutnya dan alangkah gembira dan bahagianya kami dengan ketulusan seperti ini. Tapi, hal ini tidak kami dapatkan, dan justeru yang kami dapatkan adalah opini bahwa kami tidak mau kerja sama dalam dakwah dan tuduhan-tuduhan tidak benar lainnya.

Kami berharap ‘saudara kami’ tersebut menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada kami [Takmir Masjid An-Nur] secara langsung, karena sampai saat ini belum ada permintaan maaf kepada kami secara langsung, dan kami akan selalu membuka pintu maaf bagi siapapun yang meminta maaf, daripada saling beradu argumentasi dalam permasalahan yang sudah amat sangat jelas seperti ini.

Kepada teman-teman yang lain kami juga berpesan untuk tidak ikut memberikan komentar apabila tidak memahami permasalahan yang sebenarnya karena hanya akan memperuncing permasalahan dan memperkeruh suasana.

Semoga dengan adanya keterangan seperti ini semuanya menjadi jelas dan tidak terjadi simpang siur lagi, dan semoga semua ini menjadi pelajaran kedepan untuk semakin berhati-hati dalam segala hal yang berdampak kurang baik bagi dakwah.

Akhirnya, mari kita sukseskan acara pengajian umum yang sangat langka seperti ini dengan tamu besar sekaliber FADLILATUSY SYAIKH PROF DR ABDURRAZZAQ BIN ABDULMUHSIN AL-’ABBAD AL-BADR HAFIDHAHULLAH, Dosen Ilmu Aqidah Program Pasca Sarjana Universitas Islam Madinah dan pengajar tetap di Masjid Nabawi Madinah An Nabawiyyah. Ini adalah nikmat besar dari Allah untuk kita semua terutama warga kota Malang dan sekitarnya yang patut kita syukuri. Mari kita simak baik-baik ceramah beliau dengan judul; ‘Saling Berpesan Untuk Berkasih Sayang’. [QS 90 Al-Balad Ayat 17], Ditutup dengan Nasehat: ‘Siapakah Orang Yang Sukses?’. Semoga bermanfaat untuk dunia dan akhirat kita, amien.

Hormat Kami,
Takmir Masjid An-Nur Jagalan Malang

Malang, Kamis 23 Rabi’ul Awwal 1433 / 16 Pebruari 2012

8 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.