Pelajaran dari Ilmu Baru, Basic Sea Survival [Teori Dasar Ketahanan di Laut]..

Pelajaran dari Ilmu Baru, Basic Sea Survival [Teori Dasar Ketahanan di Laut]..

Alhamdulillah hari ini Selasa 31 Mei 2011 / 27 Jumadats Tsaniyah 1432 kami mendapat ilmu baru yang sangat penting bagi siapa saja yang sering berada di laut atau di air dan ilmu ini juga merupakan persyaratan bagi kami untuk bisa menyampaikan kajian-kajian di Anjungan Minyak Tengah Laut milik Perusahaan Chevron demi keamanan, kenyamanan dan keselamatan, karena kami rutin menyampaikan kajian di tempat tersebut.

Ilmu tersebut di kenal dengan Basic Sea Survival atau Teori Dasar Ketahanan di Laut. Ruang lingkup ilmu ini meliputi pengenalan perangkat keamanan dan keselamatan di laut atau air, nama-namanya dan jenis-jenisnya serta cara pengoperasiannya dan sekaligus prakteknya.

Dalam Training ini kami dibimbing oleh Trainer dari Yayasan Pendidikan Wisata Komunikasi Balikpapan. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan baik, mulai dari teori di kantor yayasan tersebut sampai prakteknya di kolam renang Wisma Patra milik Pertamina.

Setelah kami pelajari dan praktekkan ternyata semuanya mudah dan praktis. Hal ini tidak terlepas dari kondisi kami yang aman dan tidak terjadi bencana atau kecelakan apapun. Mungkin kondisi seperti ini akan berubah ketika seseorang berada dalam kondisi yang panik dan genting pada saat benar-benar terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dan semoga Allah hindarkan kami semua dari semua bencana dan musibah yang membawa celaka.

Ketika seseorang hendak berupaya menyelamatkan diri atau menyelamatkan orang lain pada saat terjadi kecelakaan atau musibah di laut, trainer kami selalu menekankan pentingnya bersikap tenang, tidak panik, memaksimalkan akal dan pikiran, sikap mental yang positif, menyadari keadaan dan mempelajari lingkungan. Semua ini sangat penting dan prinsip untuk mencapai hasil yang baik dan benar.

Namun, sampai selesai acara penyampaian teori tidak disinggung sama sekali tentang pentingnya dzikrullah atau mengingat dan menyebut nama Allah, padahal dalam keadaan aman saja kita diperintahkan untuk memperbanyak dzikrullah agar supaya selalu mendapat perlindungan, pertolongan dan bimbingan dari Allah, bagaimana pula ketika dalam keadaan genting dan mempertaruhkan nyawa? Tentu kita harus lebih banyak lagi mengingat dan menyebut nama Allah agar supaya Dia berkenan menurunkan pertolonganNya atau agar supaya kalau Dia berkenan mewafatkan kita maka kita wafat dalam keadaan yang terbaik, yaitu dalam keadaan berdzikir kepadaNya, husnul khatimah.

Akhirnya kami mengusulkan kepada trainer pembimbing kami untuk menambahkan dalam pelajaran teori tersebut; memperbanyak dzikrullah, mengingat dan menyebut nama Allah ketika dalam proses penyelamatan diri atau menyelamatkan orang lain, dan alhamdulillah usul kami diterima dan langsung ditambahkan dalam materi training tersebut. Alhamdulillah kami dapat ilmu baru dan semoga masukan dari kami membawa manfaat, amiin.

Berikut ini kami tuliskan dalil-dalil tentang dzikrullah dan keutamaannya;

Allah Ta’ala berfirman: “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah (dzikrullah). Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram.”(Q.S.Ar Ra’d:28).

Allah Ta’ala berfirman pula: ”Hai orang –orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.”(Q.S.Al-Ahzab:41,42).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dengan yang tidak berdzikir itu seperti orang yang hidup dengan orang yang mati.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda pula: “Pastikan lisanmu selalu basah dengan dzikrullah.” (Hadis sahih, diriwayatkan At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda pula: “Barangsiapa yang akhir kalamnya [ucapan terakhir ketika wafat] adalah Laa Ilaaha Illallooh, pasti masuk surga”. (Hadis hasan, diriwayatkan Al-Hakim).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata: “Dzikir bagi hati ibarat air bagi ikan. Apa jadinya bila ikan dikeluarkan dari air?.”

Dalam Al-waabilus-Shayyib, Ibnul Qayyim Rahimahullah menyebutkan sekitar 80 faedah dzikir. Diantaranya:

-Dzikir adalah makanan pokok bagi hati dan ruh
-Dzikir dapat mengusir setan dan menundukkannya, juga menjadikan kita diridlai dan dicintai oleh Allah Ta’ala.
-Dzikir juga menghilangkan kesedihan dan kegelisahan dari hati serta mendatangkan kegembiraan
-Dzikir memberikan cahaya bagi hati dan wajah, memberikan pakaian kewibawaan dan keindahan.
-Dzikir menyebabkan seorang hamba diingat oleh Allah Ta’ala, sebagaimana firmannya: “Maka ingatlah kepadaKu, pasti Aku akan ingat kepadamu.”(Q.S.Al-Baqarah:152).
-Dzikir adalah obat bagi kerasnya hati.
Seseorang menemui Hasan al Bashri Rahimahullah berkata: “Aku mengadu kepada Anda tentang kerasnya hati ini.” Beliau menjawab: “Lunakkanlah ia dengan berdzikir.”

Pada intinya, dzikrullah sangat menguntungkan kita dalam semua sisi kehidupan kita, untuk dunia kita dan akhirat kita, tanpa ada kerugian sedikitpun.
Meskipun dzikrullah itu sangat ringan untuk dilakukan, tetapi pahalanya tidak dapat dicari dan ditandingi dengan amal ibadah yang lain.

Barangsiapa dibukakan baginya pintu berdzikir kepada Allah, maka telah dibukakan baginya pintu menuju Allah. Jika seseorang telah mendapatkan Rabbnya ia telah mendapatkan segala sesuatu, dan sebaliknya jika ia kehilangan Rabbnya berarti ia kehilangan segala-galanya.
Ya Allah, jadikanlah kami orang yang selalu berdzikir kepadamu kapanpun dan dimanapun kami berada, amiin.

Semoga Bermanfaat..

Abdullah Shaleh Hadrami

Hotel Mitra Amanah
Balikpapan
Selasa 31 Mei 2011 /
27 Jumadats Tsaniyah 1432

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.