Mewaspadai Simbol-Simbol Kekafiran


Dalam kepercayaan Zionis-Yahudi yang sesungguhnya berasal dari kepercayaan paganisme kuno bernama Kabbalah, di mana Raja Iblis bernama Lucifer menjadi Tuhannya, simbol-simbol digunakan sebagai bagian dari ritual mereka. Mereka percaya, setiap simbol mengandung kekuatan magis yang mampu membawa kebaikan bagi yang menggunakannya. Simbol Bintang David, misalkan, dipercaya memiliki kekuatan menyerap kekuatan semesta dari enam penjuru mata angin. Selain itu filosofi dari simbol ini sangat banyak dan menjadi salah satu simbol pagan paling digemari.

Simbol ini banyak kita jumpai di berbagai video klip, t-shirt (seperti yang dipakai Ahmad Dani, pentolan kelompok band Dewa dalam acara akhir tahun 2007 kemarin di TMII Jakarta), ornamen bangunan, bahkan di sajadah pun saya pernah menjumpai adanya simbol ini.

Penggunaan simbol ini bisa jadi tidak disengaja karena kurangnya wawasan orang yang memakainya, tapi bisa pula di sengaja, bahkan menjadi bagian dari suatu konspirasi global, walau yang belakangan ini bisa jadi disadari dan bisa jadi tidak

Selain simbol Bintang David, di negeri ini banyak sekali simbol-simbol paganis kuno Kabbalah yang digunakan. Misal lambang Fleur de Lis yang digunakan sebagai simbol Biarawan Sion dan juga oleh Gerakan Kepramukaan, ternyata juga digunakan sebagai lambang Kepanduan salah satu partai politik di Indonesia.

Partai politik yang berbasis umat Islam ini juga menggunakan simbol paganis Kabbalah bernama Trias Goddes Wicca sebagai lambang partainya. Simbol ini sesungguhnya bagian dari ritual kaum pagan dalam menyembah tuhan dalam tiga oknum. Simbol ini sangat tua bahkan dipakai oleh orang-orang Jahiliyah Arab sebagai manifestasi dari Tiga Tuhan mereka yakni al-Uzza, Allat, dan Manat.

Demikianlah, bisa jadi karena kurangnya pemahaman maka hal tersebut dianggap biasa saja. Padahal bagi kaum pagan penyembah iblis, simbol-simbol tersebut diyakini memiliki kekuatan sihir yang tinggi.

Bagaimana sebaiknya umat Islam menyikapi simbol-simbol ini? Jika kita menemui simbol-simbol tersebut, walau kita tidak boleh mempercayai kekuatan simbol-simbol itu karena bisa menjurus pada kemusyrikan, maka kita hendaknya menghindarinya. Jika ada barang yang kita miliki ternyata mempunyai simbol tersebut, maka dihapus saja atau dihilangkan. Ini jalan terbaik agar umat ini tidak menjadi biasa dengan simbol-simbol penyembah iblis tersebut. Wallahu’aam bishawab. [eramuslim]

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.