Duhai Al-Aqsa Kurindu Padamu…

Pada tahun 1967, Zionis Yahudi menginvasi Palestina dengan cara mendirikan negara Yahudi di atas Negara Palestina, dengan cara menduduki Palestina. Orang-orang Yahudi ini, mengusir bangsa Arab Muslimin yang mendiami tanah Palestina dan mulai memporak-porandakan Masjidil Aqsha. Mereka membangun rumah-rumah mewah di atas puing-puing rumah bangsa Palestina Muslimin. Mereka perlakukan Masjidil Aqsha dengan semena-mena, seperti membolehkan siapa saja untuk masuk ke dalam masjid. Hingga tak jarang, terlihat pemandangan orang Yahudi yang sedang berpacaran di dalam masjid atau para turis yang berkeliaran dengan pakaian seadanya di lingkungan masjid.

Pada tahun 1969 (21 Agustus 1969) mereka berupaya membakar Al-Aqsa,. Peristiwa pembakaran ini kian mempersatukan barisan umat Muslim guna melawan Yahudi dan mendorong umat Islam sedunia membentuk OKI. Pada tahun 1970, Palestina akhirnya dikuasai sepenuhnya oleh zionis Yahudi.

Zionis Yahudi berupaya merubah fokus perhatian bahwa yang namanya Masjid Al -Aqsa yang diramaikan dan dianggap bersejarah oleh Ummat Islam itu adalah masjid indah dengan Kubah Emas berbentuk segienam ini. Fokus perhatian ini dikembangkan lewat gambar-gambar indah yang beredar, lewat postcard-postcard yang beredar, juga gambar-gambar indah di Kalender islami dan lewat buku-buku turisme. Inilah Masjid As-Shakhra yang dimaksud dan sudah sangat terkenal tersebut”¦

Al-Aqsa”¦Al-Aqsa”¦

Air matamu berderai”¦

Al-Aqsa”¦Al-Aqsa”¦

Kemuliaanmu terderai”¦

Duhai Al-Aqsa”¦

Kurindu padamu”¦

Duhai Al-Aqsa”¦

Kusayang padamu”¦

Kali ini engkau terkurung lagi”¦

Siapa pula ‘kan membebaskanmu”¦

Ya Allah”¦

Tolonglah saudara-saudara kami kaum muslimin yang tertindas di manapun mereka berada”¦

Ya Allah”¦

Bebaskanlah saudara-saudara kami yang berada dalam tawanan”¦

Ya Allah”¦

Terimalah sebagai syuhada mereka yang telah gugur”¦

Ya Allah”¦

Jadikanlah kami mempunyai kepedulian terhadap saudara-saudara kami”¦

Ya Allah”¦

Merdekakanlah Masjidil Aqsa dari cengkeraman Yahudi yang telah merampasnya”¦

Allaahumma Aamien..


One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.