Hikmah Kesucian Nasab Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam

Hikmah Kesucian Nasab Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam

Oleh: Abdullah Saleh Hadrami

Nasab Garis Keturunan Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam

Beliau adalah Muhammad bin Abdillah bin Abdil Muththalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qusyai bin Kilab.

Dari kakek Beliau ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam yang kelima yaitu Kilab bersambung sampai kakek yang keduapuluh yaitu ?Adnan dan ?Adnan adalah keturunan Nabi Ismail putera Nabi Ibrahim ??Alaihis Salam.

Ibu Beliau adalah Aminah binti Wahb bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab. Jadi ayah dan ibu Beliau berasal dari nasab yang satu yaitu keduanya bertemu pada kakek yang kelima yaitu Kilab.

Kesucian Nasab Beliau ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam

Allah Ta?ala berkehendak agar Nabi ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam menjadi orang yang paling mulia, terhormat dan tinggi nasabnya diantara kaum dan bangsanya.

Dari Watsilah bin Al-Atsqa? ?Radhiallahu ?Anhu bahwasanya Nabi ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam bersabda: ?Sesungguhnya Allah Ta?ala memilih Ismail ??Alaihis Salam diantara putera Ibrahim ??Alaihis Salam, dan memilih Kinanah diantara anak cucu Ismail ??Alaihis Salam, dan memilih suku Quraisy diantara keturunan Kinanah, dan memilih Bani Hasyim dari Quraisy, serta memilihku dari Bani Hasyim?. (HR. Muslim).

Abu Sufyan ketika masih kafir tidak bisa mengingkari ketinggian nasab Beliau ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam padahal Abu Sufyan sangat memusuhi Beliau ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam , yaitu ketika Heraklius bertanya kepada Abu Sufyan tentang nasab Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam, dia menjawab: ?Dia (Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam ) bernasab baik diantara kami? (HR. Bukhari).

Pelajaran dan Suri Tauladan :

– Seseorang apabila berasal dari keturunan yang terhormat dan mulia maka akan di dengar oleh orang lain seruannya, karena kebiasaan manusia adalah meremehkan seseorang yang berasal dari lingkungan atau nasab yang kurang baik.

– Memang benar bahwa Islam tidak menjadikan nasab sebagai ukuran tanpa di sertai amal perbuatan, akan tetapi seseorang yang mempunyai nasab mulia dan amal perbuatan yang terpuji tentu mendapatkan nilai lebih dan kedudukan terhormat serta lebih dekat dengan kesuksesan dari yang lain.

– Allah Ta?ala berkehendak dengan hikmahNya agar Rasulullah Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam menjadi orang yang terhormat dan mulia nasabnya sehingga tidak memungkinkan musuh-musuh Islam untuk menuduh Beliau sebagai orang yang mencari kedudukan dan ingin merubah status sosialnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.