Cara Praktis Membantah Syubhat Liberal dan Memperkuat Keyakinan

Cara Praktis Membantah Syubhat Liberal dan Memperkuat Keyakinan

Oleh: Abdullah Saleh Hadrami / ASH

[Guru Ngaji]

Sepanjang masa selalu saja ada penentang para nabi yang merasa diri mereka sebagai orang-orang pandai, sedangkan orang-orang beriman sebagai orang-orang yang bodoh, dan Allah telah membantah mereka bahkan Allah mengatakan bahwa justru merekalah orang-orang yang bodoh karena tidak mau beriman.

Hal ini Allah firmankan dalam wahyuNya, Kitab Suci Al-Qur’an surat ke 2 Al-Baqarah ayat ke 13, yang artinya;

“Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman”.

Mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?”

Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu.”

Sangat mudah membantah syubhat atau keraguan orang-orang yang bingung lagi mumet sehingga berusaha untuk mengkritisi wahyu Allah berupa Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan mereka mengklaim diri mereka adalah orang-orang yang pandai dan selalu mengedepankan nalar, dan menuduh yang mengikuti wahyu Allah berupa Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah orang-orang yang bodoh.

Berikut ini cara sederhana dan mudah serta praktis mematahkan argumentasi mereka dan memperkuat keyakinan kita, yaitu;

1- Wahyu Allah berupa Al-Qur’an dan As-Sunnah itu sudah tuntas dan final, sehingga semua kandungannya wajib kita imani dan yakini tanpa keraguan sedikitpun.

2- Pelajari tafsir Al-Qur’an para ulama Ahlus Sunnah sepanjang masa, seperti Tafsir Ath-Thabari, Al-Baghawi, Ibnu Katsir, dll, tentang masalah yang dikritisi tersebut.

3- Pelajari syarah atau penjelasan hadits para ulama Ahlus Sunnah sepanjang masa, seperti, Fathul Bari syarah Shahih Al-Bukhari, syarah Shahih Muslim karya Imam Nawawi, dll, tentang masalah yang dikritisi tersebut.

4- Yakini bahwa para ulama Ahlus Sunnah sepanjang masa sudah meneliti masalah tersebut secara ilmiyah dan sudah tuntas serta final.

Anda sekarang dihadapkan 2 pilihan, yaitu;

1- Mengikuti Wahyu Allah berupa Al-Qur’an dan As-Sunnah serta para ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah sepanjang masa.

2- Mengikuti orang-orang bingung lagi mumet dari kalangan atheis, liberal dan semisalnya.

Anda ikut yang mana ?

Kalau saya tidak mau neko neko dalam beragama, ikut yang nomer 1 saja. Hidup tenang dan damai, keyakinan mantap, dan insya Allah mati husnul khatimah, Allah masukkan surgaNya, amin ya Rabb.

Semoga bermanfaat dan mencerahkan.

Malang, Ahad 3 Rabi’ul Awal 1443 / 10 Oktober 2021

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.