Dua Puluh Dua Tahun Usia Pernikahanku

Dua Puluh Dua Tahun Usia Pernikahanku

12 Rabi’ul Awal 1420

12 Rabi’ul Awal 1442

Oleh: Abdullah Saleh Hadrami

Ya Allah, baru kemarin rasanya aku menikah ternyata hari ini sudah berusia 22 tahun pernikahanku.

Aku masih ingat betul, hari itu hari Sabtu 12 Rabi’ul Awal 1420 Hijriyah, bertepatan 29 Oktober 2020 Masehi, ba’da Dhuhur bertempat di rumah mertuaku Embong Arab Malang terjadi peristiwa besar dalam sejarah kehidupanku, yaitu pernikahanku.

Waktu itu yang khotbah nikah Al-Ustadz Muhammad Sholeh Drehem hafidhahullah dari Surabaya, kemudian dilanjutkan ijab qabul yang langsung dilakukan oleh mertuaku Ami Muhammad bin Awad Bavana hafidhahullah, kemudian ditutup doa yang dipimpin oleh Guruku Al-Ustadz Al-Habib Ahmad bin Salim Alaydrus rahimahullah.

Ya Allah, rasanya baru kemarin aku menikah, ternyata dari hasil pernikahan yang terasa baru kemarin itu telah melahirkan empat anak, yaitu;

1. Abdul Qowiy (artinya; Hamba Allah Yang Maha Kuat) lahir Rabu 1 Rabi’uts Tsani 1423 H / 12 Juni 2002 M.

2. Abdul ‘Aziz (artinya; Hamba Allah Yang Maha Perkasa) lahir Ahad 6 Rabi’uts Tsani 1426 H / 15 Mei 2005 M.

3. Asiah (artinya; Perempuan Shalihah dan Istiqamah) lahir Jum’at 29 Rajab 1429 H / 1 Agustus 2008 M.

4. Muhammad (artinya; Yang Terpuji) lahir Kamis 15 Muharram 1439 H / 05 Oktober 2017 M.

Semoga kalian semua Allah jadikan anak-anak yang barokah bagi Ayah Bunda dan bagi umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam.

Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada istriku, Ummu Abdil Qowiy yang telah hidup bersamaku selama dua puluh dua tahun ini.

Terima Kasih Cinta..

Diantara jasa-jasa Istriku;

1. Mau menikah denganku.

2. Menyelamatkanku dari perbuatan terlarang.

3. Setia menemani dan membantuku dalam suka dan duka.

4. Mengandung, melahirkan dan menyusui anak-anakku.

5. Menjadi madrasah bagi anak-anakku.

6. Sabar merawat anak-anakku dalam segala keadaan, ketika mereka sehat atau sakit.

7. Menjadi pelengkap hidupku, dll.

Ya Allah, kumpulkan kami di dunia ini sampai di Jannah Firdaus, memandang WajahMu yang Maha Mulia dan mendapat ridhaMu tanpa kemurkaanMu selamanya.. Aamiin ya Robb..

Uhibbuki Ya Zaujati.. Jazakillah Khoir Wa Barokalloh Fiik.

Istriku Tulang Rusukku

Kau diciptakan dari rusukku.

Bukan dari kepala untuk menjadi atasanku.

Bukan dari kakiku untuk dijadikan alasku.

Melainkan dari sisiku untuk menjadi teman hidupku.

Dekat pada lenganku untuk kulindungi.

Dan dekat hatiku untuk kucintai dan kusayangi.

Untuk Kita Para Suami

[1] Kita para suami jangan hanya melihat istri kita yang telah berubah postur tubuhnya tidak seindah dulu lagi.

[2] Dulu ketika menikah istri kita langsing dan ideal fisiknya, sekarang tidak lagi.

[3] Kita para suami harus menyadari perubahan postur tubuh dan fisik istri adalah karena tanggung jawabnya yang besar.

[4] Ya Allah sayangi istriku yang telah mengandung, melahirkan, menyusui dan mendidik anak-anakku.

[5] Ya Allah sayangi istriku yang telah mau menikah denganku dan menyelamatkanku dari perbuatan terlarang.

[6] Ya Allah sayangi istriku yang setia menemani dan membantuku dalam suka dan duka.

[7] Ya Allah sayangi istriku yang telah menjadi madrasah bagi anak-anakku.

[8] Ya Allah sayangi istriku yang sabar merawat anak-anakku dalam segala keadaan, ketika mereka sehat atau sakit.

[9] Ya Allah sayangi istriku yang menjadi pelengkap hidupku.

[10] Terima Kasih Cinta. Semoga Allah kumpulkan kita di dunia ini sampai di Jannah Firdaus.

[11] Uhibbuki Ya Zaujati. Jazakillah Khoir Wa Barokalloh Fiik.

Istri Itu Hebat.. Isteri Itu Luar Biasa.. Istri Itu “Masya Allah”

“Rumah Tanpa Istri Ibarat Malam Tanpa Rembulan”.

Istri adalah pengganti ibu yang sangat dibutuhkan setiap lelaki, karena laki-laki itu, siapapun dia, setinggi apapun ilmu dan kedudukannya tetap saja dia adalah lelaki yang tidak lain hanyalah;

‘Anak Kecil Bertubuh Besar [Thiflun Kabir]’.

Cara memahami laki-laki itu sama persis dengan cara memahami anak kecil.

Suami yang lelah bekerja dan beraktivitas di luar rumah merasa bahagia ketika telah pulang ke rumah karena mendapatkan apa yang ia inginkan dari istrinya.

Bersama istri, suami mendapatkan sakinah, yaitu; ketenangan, ketenteraman dan kedamaian.

Dalam rumah tangga ada mawaddah wa rahmah, yaitu; cinta dan kasih sayang yang sangat dibutuhkan setiap insan.

Sungguh benar firman Allah dalam surat 30 Ar-Ruum ayat 21 yang artinya;

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”.

Istri ibarat “pakaian” bagi suami yang memberikan kehangatan, kenyamanan, menutupi keburukan dan memperindah suaminya.

“Di balik laki-laki yang sukses terdapat wanita yang hebat, yaitu istrinya.”

Kata orang Jawa, istri itu adalah “garwo” sigare nyowo atau separuh jiwa.

Istri adalah partner dan mitra suami, ia ada untuk menyempurnakan iman dan hidup kita agar hidup kita menjadi semakin “hidup”.

Ya Allah, kumpulkan kami di dunia ini sampai di Jannah Firdaus, memandang WajahMu yang Maha Mulia dan mendapat ridhaMu tanpa kemurkaanMu selamanya.. Aamiin ya Robb..

Uhibbuki Ya Zaujati.. Jazakillah Khoir Wa Barokalloh Fiik.

Malang, Kamis 12 Rabi’ul Awal 1442 / 29 Oktober 2020

Sehidup Sesurga Ya Robb

[Abdullah Saleh Hadrami]

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.