Bersikap Adil Tentang Amplop

Bersikap Adil Tentang Amplop

Oleh: Abdullah Saleh Hadrami / ASH

[Majelis Dakwah PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah Indonesia, Mursyid Dakwah Al-Irsyad Al-Islamiyyah PW Jatim, Dewan Penasehat Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) kota Malang]

Beberapa hari ini ramai dibicarakan tentang seorang tokoh agama yang terekam video sedang menerima amplop berwarna coklat dari seseorang, kemudian semua cenderung memojokkan sang kiyai dengan berbagai alasan.

Kita harus dan wajib bersikap adil dan jujur dalam segala hal, dan ini adalah perintah semua agama wahyu Allah.

Semua tokoh agama bahkan kita semua pasti pernah menerima amplop dari orang lain sebagai tanda terima kasih, bantuan atau lainnya, yang penting bukan bertujuan negatif.

Sebagian ustadz atau tokoh agama tidak mau menerima amplop, akan tetapi mau menerima dalam bentuk lain yang bahkan kadang nilainya jauh lebih besar dari amplop, seperti mendapatkan rumah, mobil, dibayarkan biaya listrik dan air rumahnya, atau langsung transfer ke rekeningnya, atau mendapatkan gaji dari instansi tertentu dalam jumlah lumayan besar bahkan kadang dalam bentuk dollar, atau agar orang lain membeli barang dagangannya atau supaya diperbolehkan dakwah plus dagang di majelis taklim atau tabligh akbar yang dihadirinya, dan cara-cara lainnya yang intinya dia mendapatkan keuntungan materi duniawi sebagai alternatif dari amplop.

Karena itu kadang ada yang bercanda bahwa ustadz fulan tidak mau menerima amplop, akan tetapi dia mau menerima dalam bentuk lain yang bahkan nilainya jauh lebih besar dari amplop. Ini kan sama saja namanya, bahkan lebih dahsyat !

Tulisan ini tidak ditujukan untuk menyalahkan siapapun, hanya saling mengingatkan saja dan fokus muhasabah atau introspeksi dan mawas diri dengan selalu berusaha mencari-cari keburukan diri sendiri dan kemudian memperbaikinya.

Semoga bermanfaat dan Allah bimbing kita untuk istiqamah dalam keikhlasan sampai husnul khatimah, aamiin ya Robb.

Malang, Selasa 6 Muharam 1442 / 25 Agustus 2020

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.