[3] Pelajaran dari Gus Wahid AREMA, Sahabat Sehidup Sesurga Insya Allah (bagian ke 3)

[3] Pelajaran dari Gus Wahid AREMA, Sahabat Sehidup Sesurga Insya Allah (bagian ke 3)

Oleh: Abdullah Saleh Hadrami / ASH

[Guru Ngaji Kampung Yang Tidak Mempunyai Gelar Apa-Apa]

Gus Wahid rahimahullah terkenal sangat santun dan penuh toleransi dalam menyikapi perbedaan permasalahan furu’ atau cabang-cabang yang bukan permasalahan pokok dan prinsip.

Adapun permasalahan ushul atau pokok dan prinsip maka beliau sangat tegas, tanpa mengenal kompromi dan tawar menawar. Beliau tegakkan amar makruf nahi mungkar.

Seperti permasalahan yang lagi ramai dibahas saat ini tentang Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang jelas sekali bermuatan pelecehan terhadap agama dan ketuhanan, juga membuka peluang untuk bangkitnya komunis di Indonesia.

Gus Wahid rahimahullah sangat tegas menolak RUU HIP yang menurut beliau, “saestu ayahab ilakes” (sungguh bahaya sekali) jika berhasil di-sah-kan.

Dalam pemberantasan minuman keras dan narkoba, beliau sangat mendukung upaya Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, SH, Sik, MSi dalam gelar pemusnahan Miras dan Narkoba. Gus Wahid rahimahullah ikut serta terlibat di dalamnya.

Gus Wahid rahimahullah sangat tidak suka kepada siapa saja yang cenderung ekstrem dalam beragama, karena berpotensi memecah belah kehidupan berbangsa dan bernegara, yang mana kelompok ekstrim ini ada dalam oknum semua ormas, yang sulit untuk diajak bicara karena merasa benar sendiri dan cenderung menzalimi pihak yang dianggap berbeda dengan ucapan dan perbuatan. Beliau ingin semuanya saling menghargai dan menghormati bahkan bersinergi untuk bersama memberikan kontribusi terbaik bagi umat Islam, bangsa dan negara Indonesia tercinta bahkan dunia.

Gus Wahid rahimahullah aktif turut serta membela kaum tertindas kapanpun dan dimanapun, terutama bangsa Palestina dan Masjid Al-Aqsha yang sedang dijajah oleh zionis Yahudi. Gus Wahid rahimahullah selalu hadir membela kaum tertindas.

Gus Wahid rahimahullah diberi karunia oleh Allah kemampuan mengklasifikasikan setiap kasus dan masalah, mana yang harus disikapi dengan lembut dan mana yang harus disikapi dengan tegas dan keras. Allah berikan kepada beliau kecerdasan dalam menempatkan diri sesuai situasi dan kondisi, juga kepahaman akan kapasitas dirinya.

Semoga engkau istirahat dengan tenang di sisiNya, sahabatku…

Insya Allah bersambung bagian ke 4..

Malang, Rabu 16 Dzulqa’dah 1441 / 8 Juli 2020.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.