Hari Ini, Hari Istimewa, Masya Allah

Hari Ini, Hari Istimewa, Masya Allah

Alhamdulillah, puji syukur hanya untuk Allah, pada hari ini, Senin 7 Rajab 1441 / 2 Maret 2020 setelah shalat Maghrib di Masjidil Haram Mekkah Al-Mukarramah, Allah berikan rezeki untuk menghadiri kajian di Masjidil Haram.

Ceritanya, tanpa sengaja terdengar di belakang ada kajian oleh salah seorang Syaikh maka saya tertarik untuk menghadirinya. Syaikh tersebut menjelaskan permasalahan tauhid. Menjelang adzan Isya’ Syaikh menghentikan kajiannya. Kemudian saya bertanya kepada juru rekam video Syaikh, siapa Syaikh ini ? Dijawab, Syaikh Yusuf Al-Wabil.

Mendengar nama tersebut saya langsung teringat sebuah kitab yang pernah saya ajarkan sampai khatam sekitar 20 tahun yang lalu, yaitu kitab “Asyratus Sa’ah” yang membahas tentang tanda-tanda kiamat dan insya Allah termasuk kitab terbaik dalam bab tersebut.

Setelah shalat Isya’ saya memberanikan diri untuk mendatangi Syaikh yang shalat beberapa shaff dibelakang, kemudian saya berjabat tangan dengan beliau dan saya bertanya, apakah benar Anda adalah Syaikh Yusuf Al-Wabil ? Beliau menjawab, benar. Langsung saya cium kening beliau dan saya beritahukan bahwa kitab beliau “Asyratus Sa’ah” saya ajarkan di Indonesia semenjak sekitar 20 tahun yang lalu, dan beliau tampak senang.

Setelah berbincang tentang beberapa hal, kemudian secara khusus saya meminta kepada beliau agar mendoakan saya, dan beliau-pun mau mendoakan saya dengan doa-doa indah dan panjang berupa kebaikan dan keberkahan dunia akhirat, masya Allah tabarakallah, semoga Allah kabulkan, aamiin ya Robb.

Ya Allah, senang sekali rasanya penuh kebahagiaan atas perjumpaan spontan tersebut, terima kasih ya Allah atas nikmat yang besar ini, kemudian terima kasih kepada Syaikh, semoga Allah membalasmu dengan kebaikan dan keberkahan dunia akhirat. Bagiku, ini adalah sesuatu banget 😍

Semoga bermanfaat dan barokah dunia akhirat, aamiin ya Robb 🤲🏻

Masjidil Haram Mekkah Al-Mukarramah, Senin 7 Rajab 1441 / 2 Maret 2020

Akhukum Fillah

Al-Faqir @AbdullahHadrami

[Guru Ngaji Kampung Yang Tidak Mempunyai Gelar Apa-Apa]

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.