Agama Itu Bersumber dari Wahyu Allah dan Membersihkan Hati

Agama Itu Bersumber dari Wahyu Allah dan Membersihkan Hati

Ciri khas ajaran para nabi dan rasul alaihimus salam dan secara khusus Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam adalah;

Al-Ilmu Wa At-Tazkiyah,

yaitu ilmu yang bersumber dari wahyu Allah dan membersihkan hati, jiwa dan akhlak.

Siapa saja yang mengklaim mengikuti ajaran nabi akan tetapi hatinya semakin buruk, jiwanya semakin kotor dan akhlaknya semakin tercela berarti ada yang salah dan harus diperbaiki.

Berikut ini tiga ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang Al-Ilmu Wa At-Tazkiyah;

Allah berfirman dalam Kitab Suci Al-Qur’an;

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Artinya;

“Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana”

[Surat ke 2 Al-Baqarah, ayat ke 129]

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنكَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

[Surat ke 3 Ali ‘Imran, ayat ke 163]

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنكَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

[Surat ke 62 Al-Jumu’ah, ayat ke 2]

Mari kita koreksi diri kita masing-masing apakah sudah mengikuti para nabi dan rasul ?

Ingat, ilmu saja tidak cukup, akan tetapi harus membersihkan membersihkan hati, jiwa dan akhlak.

Semoga Allah masukkan kita dalam golongan pengikut para nabi dan rasul alaihimus salam dan secara khusus Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam, aamiin ya Robb.

Malang, Selasa 09 Shafar 1441 / 08 Oktober 2019

Akhukum Fillah

Al-Faqir @AbdullahHadrami

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.