Tentang Kitab “Ar Ruh” Karya Ibnul Qayyim rahimahullah

Tentang Kitab “Ar Ruh” Karya Ibnul Qayyim rahimahullah

Kitab “Ar Ruh” adalah kitab karya Ibnul Qayyim rahimahullah yang membahas tuntas tentang seluk beluk roh atau nyawa manusia mulai dari kehidupan sampai sakaratul maut dan setelah kematian terutama keadaannya ketika di alam kubur.

Sebagian ulama meragukan Kitab “Ar Ruh” sebagai karya Ibnul Qayyim rahimahullah, akan tetapi kitab ulama lain yang dinisbahkan kepada beliau.

Sebagian ulama berpendapat bahwa Kitab “Ar Ruh” adalah karya Ibnul Qayyim rahimahullah yang ditulis sebelum beliau mengenal Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah.

Namun semua pendapat tersebut dibantah oleh Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid rahimahullah, salah seorang ulama besar Saudi Arabia bahkan dunia Internasional yang secara khusus menekuni dan menguasai karya-karya dan ilmu-ilmu Ibnul Qayyim rahimahullah.

Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid rahimahullah setelah meneliti lama dan mendalam berpendapat bahwa Kitab “Ar Ruh” adalah karya Ibnul Qayyim rahimahullah yang ditulis setelah wafat gurunya, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah.

Jadi, Kitab “Ar Ruh” adalah termasuk kitab yang terakhir ditulis oleh Ibnul Qayyim rahimahullah setelah perjalanan panjang berguru kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dan merupakan pilihan terakhir beliau dalam pembahasan masalah ini.

Mengapa Ibnul Qayyim rahimahullah menulis  Kitab “Ar Ruh” yang di dalamnya banyak menukil mimpi-mimpi tentang orang mati dan keadaan serta suasana alam kubur ?

Diantara tujuan Ibnul Qayyim rahimahullah adalah menanamkan keimanan kepada perkara ghaib yang berhubungan dengan sakaratul maut dan setelahnya yang berlanjut keimanan kepada hari akhir.

Ibnul Qayyim rahimahullah bertujuan meyakinkan kita semua bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya, akan tetapi justru kematian adalah awal kehidupan yang sebenarnya; disana ada fitnah kubur yaitu pertanyaan malaikat ketika seseorang meninggal dunia dan memasuki alam barzakh, disana ada nikmat dan adzab kubur, ada hisab atau perhitungan atas semua amal perbuatan kita dan ada jaza’ atau pembalasan yang setimpal.

Perlu diketahui bahwa apa yang diyakini oleh Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitab tersebut bisa saja berbeda dengan keyakinan sebagian ulama, namun hal ini kita anggap saja sebagai keluasan ilmu para ulama, dan kewajiban kita adalah menghargai serta menghormati juga lapang dada dalam menyikapi perbedaan seperti ini, yaitu perbedaan masalah furu’ atau cabang agama, karena semuanya masih tetap dalam koridor Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, dan semuanya memiliki dalil, hujjah dan argumentasi yang mereka yakini untuk membela keyakinannya.

Tidak sedikit ulama besar yang memuji Kitab “Ar Ruh” dan menganjurkan kita untuk membaca dan mempelajarinya.

Berkata Syamsuddin As-Safarini (wafat 1188 H) dalam kitab “Al Bukhur Az-Zahirah” jilid 1 halaman 100;

“Kitab “Ar Ruh” ini adalah termasuk kitab paling agung yang kami ketahui dalam bidangnya, bahkan paling agung dan paling utama. Tidak sepatutnya orang yang menginginkan ilmu tidak mengetahuinya. Hendaklah Anda pelajari kitab tersebut karena sesungguhnya sangat bermanfaat sekali”.

Juga para ulama lain memuji Kitab “Ar Ruh” diantaranya seperti;

Syihabuddin Al-Alusi (wafat 1270 H),

Ubaidullah Ar Rahmani Al Mubarakfuri (wafat 1414 H),

bahkan Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah memujinya.

Ingin tahu isi Kitab “Ar Ruh” ? Silahkan langsung dibaca saja atau menghadiri kajian kitab tersebut jika ada guru yang mengajarkannya.

Semoga Allah jadikan kita sebagai orang beriman yang istiqamah di jalan Allah dan sunnah Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam sampai husnul khatimah, aamiin ya Robb.

Semoga bermanfaat.

Malang, Kamis 26 Muharram 1440 / 26 September 2019

Akhukum Fillah

Al-Faqir @AbdullahHadrami

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.