Fokus Mempersiapkan Generasi Masa Depan

Fokus Mempersiapkan Generasi Masa Depan

Kita harus mempunyai visi kedepan menampilkan Islam yang indah dan memberikan solusi atas berbagai permasalahan dengan mempersiapkan kader-kader dari sekarang.

Sasaran kita saat ini adalah memiliki sekolah-sekolah dan kampus-kampus serta pondok pesantren sebagai pusat pengkaderan.

Terus bergerak dan melakukan kaderisasi dalam keheningan.

Kobarkan semangat belajar, kejujuran dan sikap ksatria demi kemuliaan Islam dan membangun peradaban, dengan landasan demi menggapai ridha dan cinta Allah serta memandang WajahNya Yang Maha Mulia di Jannah Firdaus.

Sasaran akhirnya adalah Islam tampil sebagai pemimpin dalam segala bidang, dan dunia mengakui bahwa Islam adalah solusi.

Jangan takut bermimpi, karena mimpi adalah bukti bahwa Anda masih hidup. Realisasikan mimpimu, karena mimpi adalah harapan dan harapan adalah doa.

Satu hal perlu selalu kita ingat dan jangan pernah kita lupakan adalah;

Allah Tidak Meminta Hasil, Tapi Usaha Terbaik dan Maksimal Kita !

Sering kita dengar orang mengatakan, percuma kamu melakukan ini dan itu kalau ternyata tidak membuahkan hasil.

Benarkah demikian ?! Benarkah percuma ?!

Banyak ayat dalam Al-Qur’an yang Allah tujukan kepada para Nabi dan Rasul alaihimus salam bahwa tugas mereka adalah menyampaikan dan usaha maksimal saja, adapun hasil dan hidayah serta kemenangan maka itu hak Allah semata.

Allah berfirman:

فَإِن تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

Artinya;

“Jika mereka tetap berpaling, maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.”

[Al-Qur’an, Surat 16 An-Nahl, Ayat 82]

Ayat semacam ini sangat banyak dalam Al-Qur’an.

Disebutkan pula dalam hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim bahwa ada Nabi yang umatnya hanya satu, bahkan ada Nabi yang tidak mempunyai pengikut sama sekali. Apakah Nabi tersebut gagal ?! Tentu tidak !!

Keberhasilan dalam dakwah dan perjuangan itu dinilai dari usaha maksimal dan terbaik kita, bukan dilihat dari hasil yang tampak dan terlihat.

Ada sebuah kaidah dalam dakwah yang berbunyi;

الأجر يقع بمجرد الدعوة ولا يتوقف على الاستجابة

Maknanya;

Pahala telah didapatkan dengan berdakwah dan tidak tergantung oleh diterimanya dakwah.

Maksudnya, tugas kita adalah berdakwah dan berjuang sebaik dan semaksimal mungkin dan kita telah mendapatkan pahala dan dinilai sukses dengan hal itu walau seandainya tidak ada seorangpun yang mengikuti dakwah dan perjuangan kita.

Karena itu, jika kita memahami permasalahan ini dengan baik, insya Allah kita akan selalu bersemangat dalam berdakwah dan berjuang, dan tidak pernah merasa putus asa walau secara kasat mata tidak membuahkan hasil atau ada hasil tapi sangat minim tidak seperti yang diharapkan.

Renungan Surat Yaasiin ayat 12;

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُّبِينٍ

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan (prestasi) dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan (prasasti). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).”

Fokus hidup menghasilkan prestasi akhirat dan mati meninggalkan prasasti akhirat. Inilah hidup dan mati terindah !

Bismillaah, mulai dari sekarang dan Allah bersama kita, aamiin ya Robb.

Ditulis dalam perjalanan Malang – Pekalongan, Sabtu 28 Muharram 1441 / 28 September 2019

Akhukum Fillah

Al-Faqir @AbdullahHadrami

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.