Aku Anak Kampung Yang Tidak Punya Gelar

Aku Anak Kampung Yang Tidak Punya Gelar

Sering sekali ketika kami di undang untuk suatu acara di cantumkan di depan nama kami gelar Lc, kadang Lc, MA, cuman DR saja yang belum 😊

Hanya ucapan terima kasih yang bisa kami sampaikan karena tiba-tiba diberi gelar macam-macam walau kami tidak mengharapkannya dan tidak pernah di wisuda.

Sekolah formal yang pernah kami tempuh hanya sampai di LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Bahasa Arab) Jakarta yang merupakan cabang Universitas Muhammad bin Saud Riyadh KSA, yaitu program bahasa Arab (i’dad lughawi) 2 tahun, kemudian penyempurnaan (takmili) 1 tahun, total 3 tahun. Itu saja. Selebihnya adalah belajar informal, tanpa gelar.

Berikut ini profil singkat Al-Faqir Abdullah Sholeh Al-Hadrami, riwayat hidup dan pendidikan;

Profilku

Kalau Anda melihat gelar, maka kami tidak punya. Tapi, kalau Anda mencari ilmu, insya Allah, di dalam dada ini Allah penuhi ilmu yang bermanfaat dunia akhirat, dan juga pengalaman untuk bekal kehidupan.

Kami selalu berusaha memberikan kepada murid-murid kami ilmu yang bermanfaat, juga wawasan yang luas agar lapang dada menyikapi perbedaan, cara menyikapi perbedaan, memahami sudut pandang yang berbeda, memahami kapasitas diri, cara menempatkan diri dan akhlakul karimah, akhlak mulia dan budi pekerti luhur.

Alhamdulillah kami tidak malu dan tidak berkecil hati apalagi minder karena tidak punya gelar.

Jadi kesimpulannya, aku tidak punya gelar apa-apa, jangan di tulis gelar macam-macam di depan namaku, please dech 😊

Malang, 02 Syawal 1439 / 16 Juni 2018

Rakyat Jelata Yang Tidak Punya Gelar

@AbdullahHadrami

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *