Penyebar Hoax adalah “Setan Miswath”

Penyebar Hoax adalah “Setan Miswath”

Para Ahli Tafsir membawakan riwayat dari pakar tafsir tabi’in, Qotadah Rahimahullah tentang nama-nama setan anak keturunan Iblis, diantaranya adalah “Setan Miswath”, yaitu yang suka membawa berita palsu dan bohong, yang saat ini dikenal dengan “Hoax”.

Hal ini dijelaskan ketika menafsirkan surat ke 18 Al-Kahfi, ayat 50, tentang anak keturunan Iblis.

Diantara para pakar tafsir yang menyebutkan nama “Setan Miswath” adalah:

1- Abdurahman bin Ali bin Muhammad Al-Jauzi, yang dikenal dengan Ibnul Jauzi Rahimahullah (wafat 597 H/ 1201 M) dalam tafsirnya “Zadul Masir Fi Ilmi At-Tafsir”.

2- Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakar Al-Qurthubi Rahimahullah (wafat 671 H/ 1273 M) dalam tafsirnya “Al-Jami’ Li Ahkam Al-Qur’an”.

3- Juga disebutkan dalam Kitab “Al-Futuhat Ar-Rabbaniyyah ‘Alal Adzkar An-Nawawiyyah”, karya Al-‘Alim Al-‘Allamah Muhammad bin ‘Ali bin Muhammad ‘Allan Al-Bakri Ash-Shiddiqi Asy-Syafi’i Rahimahullah, yang dikenal dengan Ibnu ‘Allan (wafat 1057 H),

Karena itu kita harus waspada jangan sampai kita termasuk “Setan Miswath” yang suka membawa berita palsu dan bohong, yang saat ini dikenal dengan “Hoax”.

Hendaklah kita berhati-hati dari mempercayai berita apa saja atau menukil perkataan apa saja yang kita belum yakin darinya.

Janganlah segala sesuatu yang kita lihat atau dengar itu langsung kita percaya, tapi tenang dulu dan jangan terburu-buru.

Ada dua tahapan yang harus kita lakukan jika kita mendapat berita:

1. Kita teliti kebenarannya. Jika tidak benar maka langsung kita buang dan kita beritahu orang yang menyebarkannya tentang ketidakbenaran berita tersebut.

2. Jika terbukti benar maka perlu kita pertimbangkan manfaat dan madharatnya jika kita menyebarkannya. Jika bermanfaat maka kita sebarkan, dan jika tidak bermanfaat bahkan bermadharat maka tidak kita sebarkan.

Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”
[QS 49 Al-Hujurat, ayat 6]

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda:
“Cukuplah bagi seseorang itu suatu dosa (kebohongan) jika ia menceritakan semua yang ia dengar”.
[Hadits Shahih, riwayat Muslim]

Semoga Allah lindungi kita semua dari kejahatan siapa saja yang bermaksud jahat kepada kita.

Ya Allah berilah hamba rizki istiqamah dalam Islam dan Sunnah dan wafatkanlah hamba dalam Islam dan Sunnah, yaa Robb.

Malang,
Jum’at 16 Muharram 1439 / 06 Oktober 2017

Akhukum Fillah
Abdullah Sholeh Hadrami
@AbdullahHadrami

 

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *