Belajar Dewasa Menyikapi Perbedaan

Belajar Dewasa Menyikapi Perbedaan

Perbedaan pendapat itu sesuatu yang biasa dan bahkan indah jika kita mampu menyikapinya dengan baik dan benar. Warna warni itu indah !

Kita harus akui secara jujur, bahwa sesama Muslim Ahlus Sunnah Wal Jama’ah lebih banyak persamaannya daripada perbedaannya. Kita sama dalam hal-hal pokok dan prinsip, dan berbeda dalam permasalahan cabang-cabang agama yang bersumber daru ijtihad.

Berbeda pendapat dalam beberapa permasalahan bukan berarti boleh merusak kehormatan, menghalalkan ghibah, dan memutuskan hubungan.

Dalam menyikapi perbedaan manusia terbagi menjadi tiga kelompok;

1- Jika Anda tidak sama dengan saya, maka bukan berarti Anda menentang saya; itulah logika orang berakal, karena ia menyadari bahwa perbedaan pendapat diantara para ulama itu adalah sesuatu yang biasa dan sudah ada semenjak dahulu kala.

2- Jika Annda tidak sama dengan saya, maka berarti Anda menentang saya; itulah cara berfikir orang dungu, karena ia berusaha memaksa orang lain untuk mengikutinya dan tidak siap berlapang dada menyikapi perbedaan pendapat.

3- Jika Anda tidak sama dengan saya, maka berarti Anda menentang ALLAH; itulah jalan orang yang ekstrim, karena memposisikan dirinya seperti Tuhan. Siapa saja yang berbeda dengannya dianggap berbeda dengan Tuhan dan masuk neraka. Ini bahaya sekali dan berdampak menghalalkan darah sesama muslim !

Mari waspada sebelum terlambat ! Semoga bermanfaat.

Akhukum Fillah
@AbdullahHadrami

Silahkan kunjungi dan bergabung di medsos kami;

Website;
www.hatibening.com

Facebook;
https://m.facebook.com/abdullah.s.hadrami?ref=bookmarks

Fans Page Sahabat Abdullah Hadrami (SAH);
https://m.facebook.com/SahabatAbdullahHadrami/?ref=bookmarks

Twitter;
@AbdullahHadrami

Instagram;
@abdullahhadrami

Chanel Telegram;
http://goo.gl/fxwVGH

insya Allah bermanfaat memberikan informasi, motivasi dan inspirasi, menyejukkan, mencerdaskan dan mencerahkan serta ilmu yang bermanfaat dunia akhirat, aamiin ya Robb.

Silahkan disebarkan, semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah, Jazakumullah khaira.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *