Perubahan Fatwa Itu Biasa

Perubahan Fatwa Itu Biasa

Saat ini lagi ramai tentang keputusan Saudi Arabia membolehkan perempuan menyetir mobil, padahal sebelumnya dilarang.

Sebenarnya ini masalah biasa, akan tetapi menjadi besar karena terlanjur memastikan sebuah fatwa sebagai kebenaran mutlak.

Pada masa raja-raja Saudi Arabia sebelumnya pihak kerajaan memutuskan melarang perempuan menyetir mobil dengan alasan maslahat, dan raja yang sekarang memutuskan perempuan boleh menyetir mobil dengan alasan maslahat pula.

Namun, yang menjadi permasalahan adalah ketika para ulama memfatwakan bahwa menyetir mobil itu hukumnya haram dengan membawa dalil dan argumentasi untuk memastikan kebenaran fatwa tersebut seakan menjadi kebenaran mutlak yang tidak bisa berubah lagi, padahal itu hanya keputusan kerajaan yang disesuaikan dengan maslahat pada saat itu.

Ketika kerajaan memutuskan bahwa sekarang ini maslahatnya menuntut agar perempuan dibolehkan menyetir mobil maka menjadi serba salah para ulama yang kemarin keras dalam melarang bahkan mengharamkan menyetir mobil bagi perempuan. Kalau tetap bersikeras memfatwakan haram berarti menentang keputusan ulil amri (keputusan kerajaan) dan bisa dianggap tidak taat bahkan mengajak memberontak. Sedangkan kalau berubah membolehkan maka umat akan bingung bahkan mungkin tidak percaya lagi kepada ulama tersebut karena dianggap tidak konsisten. Sungguh dilematis !

Sepatutnya dalam masalah ijtihad yang bersumber dari kaidah maslahat kita tidak memastikan itu sebagai kebenaran mutlak akan tetapi kita jelaskan bahwa hal ini disesuaikan dengan kemaslahatan yang ada, dan bisa berubah disesuaikan dengan kemaslahatan dikemudian hari, sehingga umat tidak menjadi bingung ketika ada perubahan seakan hukum agama dipermainkan sesuai selera penguasa.

Masalah perubahan fatwa ini sebenarnya sudah tuntas dibahas oleh para ulama sehingga ada kaidah yang berbunyi;

الفتوى تتغير بتغير الزمان والمكان والعرف والحال لذلك يجب الاستفادة من المتغيرات

Fatwa itu bisa berubah sesuai perubahan masa, tempat, ‘urf (adat kebiasaan) dan keadaan, karena itu wajib mengambil faedah dari perubahan-perubahan.

Juga kaidah;

لا ينكر تغير الأحكام بتغير الزمان

Tidak boleh diingkari perubahan hukum-hukum disebabkan perubahan masa.

Semua kaidah tersebut adalah cabang dari kaidah besar;

” العادة محكمة ”

“Al-‘Adah Muhakkamah”

Adat kebiasaan itu bisa dijadikan sebagai landasan hukum, tentu jika tidak bertentangan dengan syari’at.

Karena itu pula kita harus bisa mengklasifikasikan sebuah hukum sebagai hukum yang pasti atau hukum yang bisa berubah, yang dikenal dengan istilah;

الثوابت والمتغيرات

“Ats-Tsawabit Wal Mutaghayyirat”

Ats-Tsawabit adalah hukum yang pasti dan tidak bisa berubah lagi, seperti haramnya khamer, zina, judi, dan lainnya yang jelas ada dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang keharamannya.

Mutaghayyirat adalah hukum yang bersumber dari ijtihad yang bisa berubah sesuai maslahat karena tidak ada dalil yang jelas dari Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang keharamannya, seperti menyetir mobil bagi perempuan.

Jadi, hukum asal perempuan menyetir mobil itu adalah boleh karena perempuan pada masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam juga menunggang kuda dan unta, dan tidak ada dalil yang melarangnya.

Larangan perempuan menyetir mobil di Saudi Arabia dulu itu hanya disesuaikan dengan maslahat pada saat itu saja dan sekarang maslahat itu telah berubah menjadikan perempuan boleh menyetir mobil.

Kesimpulannya, jangan pernah memastikan kebenaran mutlak dalam permasalahan yang bersumber dari ijtihad dan tidak ada dalil qath’i yang memastikan kebenaran mutlak tersebut.

Semoga bermanfaat.

Malang,
Kamis 08 Muharram 1439 / 28 September 2017

Akhukum Fillah
@AbdullahHadrami

Silahkan kunjungi dan bergabung di medsos kami;

Website;
www.hatibening.com

Facebook;
https://m.facebook.com/abdullah.s.hadrami?ref=bookmarks

Fans Page Sahabat Abdullah Hadrami (SAH);
https://m.facebook.com/SahabatAbdullahHadrami/?ref=bookmarks

Twitter;
@AbdullahHadrami

Instagram;
@abdullahhadrami

Chanel Telegram;
http://goo.gl/fxwVGH

insya Allah bermanfaat memberikan informasi, motivasi dan inspirasi, menyejukkan, mencerdaskan dan mencerahkan serta ilmu yang bermanfaat dunia akhirat, aamiin ya Robb.

Silahkan disebarkan, semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah, Jazakumullah khaira.

 

 

 

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *