Pelajaran dari Perjalanan ke Jepang 2017; Pilih Masjid atau Masaji ? (bag 6)

Pelajaran dari Perjalanan ke Jepang 2017; Pilih Masjid atau Masaji ? (bag 6)

Alhamdulillah selama di Jepang kami di dampingi oleh teman-teman yang setia lagi sabar yang selalu menawarkan kepada kami, Ustadz mau diantar kemana lagi ?

Pada hari Jum’at sore 10 Dzulhijjah 1438 atau 01 September 2017 kami menuju ke sebuah masjid kecil yang terletak di Kabukicho-Shinjuku Tokyo.

Kami tertarik berkunjung ke masjid ini karena mempunyai kisah istimewa yang menjadikan kami ingin mengetahuinya.

Masjid Al-Ikhlas namanya, kecil sekali dan terdiri dari tiga lantai. Pengelola masjid ini adalah Pak Idris asal Ternate Indonesia berusia 79 tahun yang sudah tinggal di Jepang sekitar 40 tahun.

Pak Idris mengontrak masjid ini demi untuk memfasilitasi orang yang hendak shalat dan ingin mendapatkan pencerahan.

Uniknya, masjid ini berada di tengah pusat kemaksiatan. Di sekelilingnya adalah tempat minum khamer dan tempat pijat plus alias prostitusi berkedok pijat.

Orang Jepang menyebut tempat pijat dengan “Masaji”. Sehingga ketika kita pergi menuju masjid ini selalu ada yang menawarkan, masaji.. masaji.. Saat itulah iman kita diuji, pilih masjid atau masaji (pijat plus) ?

Nasehat Pak Idris, kalau ke masjid ini harus banyak istighfar selama dalam perjalanan, astaghfirullah.. astaghfirullah.. Dan ketika telah sampai di masjid barulah mengucapkan, alhamdulillah !

Inilah ujian keimanan ! Dalam kehidupan ini kita selalu di hadapkan pada dua pilihan, dunia atau akhirat ? Semoga kita selalu termasuk kelompok yang memilih akhirat tanpa meninggalkan dunia, aamiin.

Setelah selesai shalat Ashar kami diminta untuk memberikan taushiyah singkat untuk para jama’ah yang kesemuanya adalah orang Indonesia. Kemudian Pak Idris memberikan kepada kami hadiah kenang-kenangan berupa lencana bertuliskan lafadh “Allah” dan dua kalimat syahadat juga buku Islam berbahasa Jepang.

Pak Idris sangat bersemangat dalam dakwah di Jepang untuk menyampaikan hidayah ke seluruh alam. Usia boleh tua tapi semangat tetap membara.

Berbahagialah Pak Idris, semoga Bapak termasuk dalam firman Allah:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَن يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.
[Al-Qur’an, surat 9 At-Taubah, ayat 18]

Semoga Allah jaga dan lindungi Pak Idris, Allah berikan sehat wal afiyat, selamat sejahtera, istiqamah dan husnul khatimah, aamiin.

Bersambung…

Akhukum Fillah
@AbdullahHadrami

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *