Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah Bukan Mujassim

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah Bukan Mujassim

Betapa sering kita mendengar fitnah keji yang dilancarkan untuk membunuh karakter ulama dikarenakan tidak siap dan kurang berlapang dada dalam menyikapi perbedaan pendapat.

Diantara ulama yang sering mendapatkan fitnahan itu adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah yang dituduh sebagai mujassim, yaitu yang berkeyakinan bahwa Allah berbentuk jasad dan menyerupakan Allah dengan makhlukNya.

Diantaranya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah dituduh mengatakan Allah duduk di Arsy. Padahal semenjak kami belajar di Madrasah Ibnu Taimiyyah sampai saat ini belum pernah kami mendengar mereka mengatakan Allah duduk di Arsy, bahkan mereka paling keras membantah keyakinan tersebut.

Sumber permasalahannya adalah memahami Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah dengan sudut pandang yang lain, bukan memahami Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah dengan sudut pandang Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah sendiri. Ini adalah sumber masalah umat semenjak dahulu sampai saat ini.

Salafy memandang Asy’ari dengan sudut pandang Salafy atau sebaliknya Asy’ari memandang Salafy dengan sudut pandang Asy’ari, tentu tidak akan pernah nyambung dan bahkan yang terjadi adalah salah faham atau gagal faham.

Yang paling faham tentang Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah adalah mereka yang belajar di Madrasah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah, bukan selain mereka.

Alhamdulillah, kami dalam hal Asma’ Wa Shifat lebih mantap dengan Aqidah Salaf, namun kami sangat menghormati Aqidah Asy’ari karena kita sama, Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

Alhamdulillah kami juga alumni Madrasah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah dan kami kenal Beliau sangat keras kepada kelompok mujassimah.

Tuduhan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah sebagai mujassim biasa dilontarkan musuh-musuh Beliau sebagai fitnah dan pembunuhan karakter.

Alhamdulillah kami khatam tiga kitab Ibnu Taimiyah Rahimahullah tentang Asma’ Wa Shifat, yaitu;
1. Aqidah Wasithiyyah.
2. Fatawa Hamawiyyah.
3. Risalah Tadmuriyyah.
Alhamdulillah kami khatam langsung dari Syaikhuna, Fadhilatusy Syaikh Prof Dr Khalid bin Abdillah Al-Mushlih hafidhahullah ketika kami masih belajar di Unaizah Al-Qasim KSA. Sehingga kami kenal betul siapa itu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah bukan mujassim dan justru sangat keras kepada mujassim.

Kita harus akui secara jujur bahwa masing-masing pihak mempunyai 1001 alasan untuk membela pendapat yang diyakininya. Sehingga kita harus lebih bijak dalam bersikap terutama di media umum dengan menghindari bahasa-bahasa provokasi dan memperhalus cara penyampaian serta lebih santun dalam menyampaikan.

Mari kita fokus mencari titik temu diantara kita demi menjaga ukhuwah dan bukan fokus kepada mencari titik beda atau pembunuhan karakter yang berdampak rusaknya ukhuwah. Semoga bermanfaat.

Malang,
Rabu malam Kamis 01 Muharam 1439 / 20 September 2017

Hamba Allah yang selalu berharap terjalinnya ukhuwah Islamiyyah
Abdullah Sholeh Hadrami
@AbdullahHadrami

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *