KHUTBAH IEDUL FITHRI 1438 H

IMG_0328

KHUTBAH IEDUL FITHRI 1438 H

Halaman Masjid Abdillah Sulfat Malang

“SOLIDARITAS ISLAM
DAN
MASA DEPAN DI TANGAN ISLAM”

Oleh: Abdullah Sholeh Hadrami.

Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar…

Ma’asyrol Muslimin..Jama’ah Shalat Iedul Fithri..Rahimakumullah..

Alhamdulillah… kita bersyukur kepada Allah Ta’ala, karena kita telah berhasil menyelesaikan ibadah Ramadhan kita dengan sebaik-baiknya..Semoga Allah Ta’ala menerimanya..

Alhamdulillah hari ini adalah hari kemenangan, kita seakan-akan baru dilahirkan oleh ibu kita.
Saat inilah kita bersih dari dosa, setelah kita di cuci selama bulan Ramadhan.

Orang yang mampu memanfaatkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya , pasti dia keluar Ramadhan dengan dosa-dosa yang terampuni, dia bebas dari neraka , dia mendapat rahmat (kasih sayang) dan mendapat ampunan dari Allah Ta’ala.

Mudah-mudahan kita mendapatkan semua itu, mudah-mudahan Allah Ta’ala menerima ibadah Ramadhan kita, dan mudah-mudahan Allah Ta’ala menggolongkan kita orang-orang yang tetap istiqomah.

Walaupun Ramadhan telah meninggalkan kita mari tetap kita tingkatkan ibadah kita di bulan-bulan Syawal, Dzulqo’dah dan bulan-bulan sesudahnya.

Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar…
Ma’asyrol Muslimin..Jama’ah Shalat Iedul Fithri..Rahimakumullah..

Setiap muslim dan mukmin adalah bersaudara. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara”
(QS. 49 Al-Hujuraat (Kamar-Kamar): 10).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda:

« المسلم أخو المسلم » .
“Sesama muslim adalah saudara”.
(Hadis Sahih Riwayat Muslim).

Apabila kita berbicara masalah iman dan Islam maka kita adalah satu, tidak ada lagi perbedaan suku, bangsa, ras dan warna kulit, kita telah dipersatukan oleh Islam dan iman, kita semua sama, yaitu berasal dari Nabi Adam Alaihis Salam.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda:

“كلكم من آدم، وآدم من تراب”.
“Kamu semua berasal dari Adam, dan Adam berasal dari tanah”. (Hadis Hasan Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, dll).

Dimana dan kapanpun kita berada maka kita adalah saudara yang berkewajiban untuk peduli kepada saudara-saudara kita. Ikatan Islam dan iman yang kita miliki adalah lebih kuat daripada ikatan nasab garis keturunan.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda:

” مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم، مثل الجسد. إذا اشتكى منه عضو، تداعى له سائر الجسد بالسهر والحمى ” .
“Perumpamaan orang-orang beriman dalam cinta, kasih sayang dan kelembutan diantara mereka adalah ibarat satu tubuh, apabila ada salah satu bagian merasakan sakit maka yang lainnya ikut pula merasakannya dengan sulit tidur dan demam.”
(Hadis Sahih Riwayat Muslim).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda:

“المؤمن للمؤمن كالبنيان، يشد بعضه بعضا”.
“Sesama orang beriman adalah ibarat bangunan, yang saling menguatkan antara satu dengan lainnya.”
(Hadis Sahih Riwayat Bukhari dan Muslim).

Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar…
Ma’asyrol Muslimin..Jama’ah Shalat Iedul Fithri..Rahimakumullah..

Saat ini umat Islam sedang diuji oleh Allah Ta’ala , kita menyaksikan dengan mata kepala dan mendengarnya dengan telinga. Umat Islam mendapat perlakuan yang tidak adil dan sewenang-wenang dari orang-orang kafir dan munafik.

Mereka secara terang-terangan dan tanpa malu-malu melancarkan berbagai macam kedhaliman dan fitnah terhadap kaum muslimin.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا
“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup.”
(QS. 2 Al-Baqarah (Sapi Betina): 217).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda:

((يوشك الأمم أن تداعى عليكم كما تداعى الأكلة إلى قصعتها… الخ))
“Hampir datang saatnya umat-umat menyerbu kamu sebagaimana orang-orang rakus menyerbu makanan dalam satu piring”.
Para sahabat bertanya: Apakah karena kita minoritas pada saat itu, wahai Rasulullah ?.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam menjawab: “Bahkan kamu saat itu mayoritas, akan tetapi kamu buih, ibarat buih ketika ada banjir. Allah akan mencabut perasaan takut terhadapmu dari hati musuh-musuhmu dan Allah akan masukkan ke dalam hatimu wahan”.
Para sahabat bertanya: Apakah wahan itu, wahai Rasulullah ? Beliau menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.”
(Hadis Sahih Riwayat Abu Dawud, dll).

Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar…
Ma’asyrol Muslimin..Jama’ah Shalat Iedul Fithri..Rahimakumullah..

Penyakit wahan inilah penyebab berbagai bencana yang menimpa ummat Islam saat ini..Penyakit cinta dunia dan takut mati…Seseorang yang cinta dunia berlebihan pasti akan takut mati, dia menghalalkan berbagai macam cara untuk mendapatkan dunianya tanpa peduli terhadap aturan-aturan agama, dia tidak lagi peduli terhadap sesama dan bersikap acuh taacuh, yang ada dalam benaknya adalah materi dan akhirat telah terlupakan.

Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar…
Ma’asyrol Muslimin..Jama’ah Shalat Iedul Fithri..Rahimakumullah..

Pembantaian terhadap kaum muslimin terjadi dimana-mana seakan nyawa orang Islam begitu murah dan tidak berharga, padahal nyawa seorang muslim lebih mahal bagi Allah Ta’ala daripada dunia seisinya, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam :

(( لزوال الدنيا أهونُ عند الله مِن قتل رجل مسلم ))
“Hilangnya dunia adalah lebih ringan bagi Allah Ta’ala daripada terbunuhnya seorang muslim.”
(Hadis Sahih Riwayat An-Nasa’i).

Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar…
Ma’asyrol Muslimin..Jama’ah Shalat Iedul Fithri..Rahimakumullah..

Allah Ta’ala telah memberikan kepada kita resep agar kita dapat keluar dari berbagai macam permasalahan yang kita hadapi, agar kita mendapat kekuasaan di muka bumi, mendapatkan keamanan, kemakmuran dan kesejahteraan.

Allah Ta’ala berfirman:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap beribadah kepadaKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasiq.”
(QS. 24 An-Nuur (Cahaya): 55)

Dalam ayat diatas Allah Ta’ala memberikan beberapa janji:

1- Memberikan kekuasaan dimuka bumi.
2- Menegakkan syari’at Islam.
3- Mengganti ketakutan dengan keamanan.

Ini adalah janji-janji Allah Ta’ala dan Allah Ta’ala tidak akan memungkiri janjiNya.

Namun agar janji-janji Allah Ta’ala ini menjadi kenyataan maka ada beberapa syarat dari Allah Ta’ala yang harus kita kerjakan, yaitu:

1- Beriman.
2- Beramal saleh.
3- Beribadah kepada Allah Ta’ala .
4- Tidak menyekutukan Allah Ta’ala dengan suatu apapun.
5- Bersyukur dan tidak kufur.

Allah Ta’ala berfirman:

فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ
الَّذِي أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَآمَنَهُم مِّنْ خَوْفٍ
“Maka hendaklah mereka menyembah (beribadah kepada) Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.”
(QS. 106 Quraisy (Suku Quraisy): 3-4)

Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar…
Ma’asyrol Muslimin..Jama’ah Shalat Iedul Fithri..Rahimakumullah..

Sudah saatnya kita bersatu padu merapatkan barisan untuk melawan berbagai macam kedhaliman dan ketidakadilan..Sudah saatnya kita kembali kepada ajaran Allah Ta’ala dan RasulNya Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam ..Kunci keberhasilan kaum muslimin adalah apabila mereka kembali kepada ajaran yang benar, ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Allah Ta’ala berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai”
(QS. 3 Ali Imran (keluarga Imran): 103).

Allah Ta’ala berfirman:

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
(QS. 8 Al-Anfaal (Rampasan Perang): 46).

Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar…
Ma’asyrol Muslimin..Jama’ah Shalat Iedul Fithri..Rahimakumullah..

Masa depan ada di tangan Islam. Namun untuk meraihnya kita harus berjuang dan berkorban karena perjuangan membutuhkan pengorbanan, ini adalah sunnatullah (ketetapan Allah Ta’ala ).

Allah Ta’ala berfirman:

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِن قَبْلِكُم مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”
(QS. 2 Al-Baqarah (Sapi Betina): 214).

Pada akhir khutbah ini saya ingin membawakan sebuah ayat Al-Qur’an yang menjanjikan bahwa masa depan ada ditangan kita kaum muslimin. Allah Ta’ala berfirman:

يُرِيدُونَ أَن يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَن يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.”
(QS. 9 At-Taubah (Pengampunan): 32-33).

Ya Allah..Muliakanlah Islam dan kaum muslimin..Hinakanlah kesyirikan dan orang-orang musyrikin..Ya Allah..Tinggikanlah kalimatMu sampai hari pembalasan..Ya Allah..Tolonglah siapa saja yang menolong Islam dan kaum muslimin dan rendahkanlah siapa saja yang merendahkan kaum muslimin..Ya Allah..Tolonglah saudara-saudara kami sesama muslim dimanapun mereka berada..Ya Allah..Berikanlah kemenangan kepada Islam dan kaum muslimin..Ya Allah..Satukanlah hati dan barisan kaum muslimin..Perbaiki keadaan mereka..Ya Allah..Kabulkanlah doa kami..Allahumma aamiin…

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *