Pelajaran dari Ahlus Sunnah di Yaman

IMG_1118

Pelajaran dari Ahlus Sunnah di Yaman

Benarkah jika kita berdakwah tauhid dan sunnah pasti mendapatkan pertolongan dan kemenangan ?!

Jawabannya: Iya, pasti, insya Allah. Tapi kita harus ikhlas dan menjaga persatuan serta tidak berpecah belah.

Negeri Yaman adalah negeri Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang penuh dengan ulama yang ahli di bidangnya masing-masing. Juga ada kaum Syi’ah Zaidiyyah dan Hutsi.

Pusat dakwah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah tersebar di seluruh pelosok negeri dan kaum muslimin Yaman sangat antusias belajar ilmu agama bahkan dari luar negeri banyak berdatangan ke Yaman untuk menuntut ilmu agama.

Diantara markaz dakwah yang paling populer adalah Darul Hadits Dammaj yang diasuh oleh Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i Rahimahullah dan kemudian dilanjutkan oleh Syaikh Yahya Al-Hajuri hafidhahullah sepeninggal Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i Rahimahullah.

Darul Hadits Dammaj ini muridnya bukan hanya dari Yaman akan tetapi dari berbagai negeri di dunia termasuk Indonesia.

Namun, sungguh sangat di sayangkan, semangat belajar dan kebangkitan ilmu agama ini menjadikan para ulama dan penuntut ilmu saling klaim paling benar dan saling menjatuhkan yang lain dengan alasan tahdzir yang syar’i.

Tahdzir-tahdziran ini disertai saling mencari kesalahan dan segudang argumentasi untuk memperkuat tahdzirnya agar semua orang yakin dengan pihaknya dan meninggalkan pihak lainnya.

Terjadilah pecah belah dahsyat luar biasa. Dakwah yang telah dibina dan menjadi besar berubah menjadi kecil karena terpecah. Pecahannya pecah lagi, pecahannya pecah lagi dan pecahannya pecah lagi, demikian seterusnya. Semakin pecah dan semakin kecil sehingga Islam yang luas menjadi seperti kotak yang teramat sangat kecil.

Akibatnya adalah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah semakin lemah dan Syi’ah semakin kuat.

Akhirnya pusat-pusat dakwah Ahlus Sunnah banyak yang dikuasai dan diambil alih oleh Syi’ah termasuk Darul Hadits Dammaj yang sangat terkenal itu, juga Universitas Al-Iman Shan’a, dll. Semua ini terjadi melalui pemberontakan kaum Syi’ah Hutsi yang ternyata mereka telah menyusun kekuatan dan bahkan mempunyai berbagai jenis senjata, juga memanfaatkan lemahnya dan pecah belahnya Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

Terus terang kami menangis pada saat menyaksikan saudara-saudara kami diusir dengan hina oleh orang-orang Syi’ah pada saat itu.

Dakwah tauhid dan sunnah harus dibarengi dengan keikhlasan dan menjaga persatuan serta fokus kepada permasalahan yang lebih penting dengan mengedepankan fiqih prioritas.

Allah berfirman:

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
[Al-Qur’an, surat 8 Al-Anfal, ayat 46]

Ingat, misi besar syaitan adalah menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kita.

Allah berfirman:

وَقُل لِّعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنسَانِ عَدُوًّا مُّبِينًا

Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.
[Al-Qur’an, surat 17 Al-Isra’, ayat 53]

Mari berfikir lagi kalau kita tidak ingin Ahlus Sunnah Wal Jama’ah di Indonesia menjadi seperti di Yaman, jangan sampai terlambat. Sesal Dahulu Pendapatan, Sesal Kemudian Tiada Guna.

Semoga bermanfaat.

Malang,
Kamis Malam Jum’at 09 Rajab 1438 / 06 April 2017

Hamba Allah yang selalu berharap petunjuk, ampunan dan kasih sayangNya, juga selalu berdoa dan berharap mati husnul khotimah diatas Islam dan Sunnah

Akhukum Fillah
@AbdullahHadrami

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *