Faedah dari Taushiyah Fadhilatusy Syaikh Prof. Dr. Khalid bin Abdullah Al-Mushlih hafidhahullah (Bagian ke 7 Tuntas)

Faedah dari Taushiyah Fadhilatusy Syaikh Prof. Dr. Khalid bin Abdullah Al-Mushlih hafidhahullah, Murid senior, menantu dan salah satu pengganti Fadhilatusy Syaikh Al-Imam Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin Rahimahullah, Mufti propinsi Al-Qasim, Anggota Dar Ifta, Pengajar di Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah, Dosen Pasca Sarjana Fakultas Syari’ah Universitas Al-Qasim KSA.

Taushiyah ini Beliau sampaikan pada hari Sabtu, 27 Rabi’uts Tsani 1437 / 06 Februari 2016 bertempat di Masjid An-Nur Jagalan Malang pada pukul 09.00 sampai Dhuhur dengan tema Ukhuwah Islamiyah.

(Bagian ke 7 Tuntas)

Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan “salam” kepadamu: “Kamu bukan seorang mukmin” (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
[QS 4 An-Nisa’, ayat 94]

Orang beriman itu bersih hati, amal dan lisannya serta tidak mudah memvonis orang lain sebagai tidak beriman dikarenakan menginginkan materi duniawi.

Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam menegaskan, “Janganlah kalian saling membenci”.

Penyakit meremehkan dan merendahkan orang lain adalah penyakit yang harus segera disembuhkan. Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda, “Cukuplah bagi seseorang itu suatu keburukan jika ia meremehkan saudaranya sesama muslim”.

Kita saksikan saat ini serangan kepada Islam sangat dahsyat dari berbagai penjuru padahal agama Islam adalah agama yang menjunjung kasih sayang, keadilan dan hak-hak manusia. Karena itu, jika setan berusaha memecahbelah diantara kita dengan bisikan-bisikannya hendaklah segera kita putuskan makar setan tersebut.

Sahabat Jabir Radhiyallahu ‘Anhu meriwayatkan dari Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam, bahwa Beliau bersabda:
“Setan telah berputus asa dari disembah oleh orang-orang yang shalat (Islam) di jazirah Arab, akan tetapi setang terus berusaha untuk memecahbelah diantara mereka”.
[HR. Muslim]

Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam menyebut Arab dalam hadits ini karena Beliau saat itu tinggal dan menetap di Arab, namun hadits ini bukan hanya berkaitan dengan orang Arab saja akan tetapi untuk seluruh dunia.

Hadits diatas menegaskan bahwa diantara amal perbuatan setan itu adalah memecahbelah manusia, karena itu kita harus selalu waspada untuk menjauhi bisikan-bisikan setan dengan mendahulukan dan mengedepankan persaudaraan sesama orang beriman dan kita bersabar atasnya serta berupaya maksimal untuk merealisasikannya dan jangan pernah menyerah kepada setan.

[Alhamdulillah telah tuntas faedah dari taushiyah Fadhilatusy Syaikh Prof. Dr. Khalid bin Abdullah Al-Mushlih hafidhahullah. Faedah ini bukan terjemah lengkap dari ceramah Beliau, akan tetapi inti sarinya dan fokus kepada dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang Beliau bawakan. Ditulis dan disarikan dengan bahasa yang mudah dan sederhana oleh penerjemah pada acara tersebut; Abdullah Sholeh Hadrami]

Syaikh Khalid Al-Mushlih 5

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.