Faedah dari Taushiyah Fadhilatusy Syaikh Prof. Dr. Khalid bin Abdullah Al-Mushlih hafidhahullah (Bagian ke 4)

Faedah dari Taushiyah Fadhilatusy Syaikh Prof. Dr. Khalid bin Abdullah Al-Mushlih hafidhahullah, Murid senior, menantu dan salah satu pengganti Fadhilatusy Syaikh Al-Imam Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin Rahimahullah, Mufti propinsi Al-Qasim, Anggota Dar Ifta, Pengajar di Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah, Dosen Pasca Sarjana Fakultas Syari’ah Universitas Al-Qasim KSA.

Taushiyah ini Beliau sampaikan pada hari Sabtu, 27 Rabi’uts Tsani 1437 / 06 Februari 2016 bertempat di Masjid An-Nur Jagalan Malang pada pukul 09.00 sampai Dhuhur dengan tema Ukhuwah Islamiyah.

(Bagian ke 4)

Ukhuwah Islamiyyah atau persaudaraan sesama muslim dan sesama orang beriman ini adalah persaudaraan yang mulia.

Perbedaan warna kulit, suku, bangsa, bahasa, tempat, masa dan bahkan jenis, semuanya melebur menjadi satu karena adanya ikatan yang paling agung yaitu ikatan iman.

Manusia, jin dan malaikat walau berbeda jenis akan tetapi ada ikatan iman diantara mereka.

Manusia terdahulu seperti pengikut Nabi Shalih, Hud dan Ibrahim dan manusia saat ini pengikut Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam adalah bersaudara karena adanya ikatan iman walau berbeda masa.

Semua ikatan adalah ikatan yang sempit, hanya ikatan iman-lah ikatan yang luas.

Dalam Ash-Shahihain (riwayat Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim) disebutkan bahwa dahulu para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam ketika tasyahhud dalam shalat mengucapkan;
“As-Salamu ‘ala fulan..As-Salamu ‘ala fulan..” (Salam sejahtera atas si fulan dan si fulan).

Kemudian Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam memerintahkan kepada para sahabat agar mengucapkan;
“As-salamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibadillahis shalihin”. (Salam sejahtera atas kita dan atas semua hamba Allah yang shalih).

Beliau bersabda:
“Jika kalian ucapkan doa ini maka semua hamba Allah yang shalih di langit dan di bumi masuk di dalamnya dan mendapatkannya”.

Semua ini dikarenakan adanya ikatan iman sebagaimana firman Allah: “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.”
[QS 49 Al-Hujurat, ayat 10]

[Ditulis dan disarikan oleh penerjemah pada acara tersebut; Abdullah Sholeh Hadrami]

— bersambung bagian ke 5 —

Syaikh Khalid Al-Mushlih 3

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *