Renungan Menjelang Tidur

Renungan Menjelang Tidur

Sudah tidak asing lagi bagi kita bahwa sesama umat Islam terjadi saling tuduh sesat, ahli bid’ah, fasiq, kafir, vonis neraka, dll..

Tuduhan-tuduhan tersebut ditulis dengan dibumbui segudang dalil dan argumentasi untuk saling menjatuhkan yang lain dan mengklaim hanya dirinya dan kelompoknya yang paling benar..

Pernahkah si penulis yang hobby vonis itu berpikir bahwa tuduhannya kepada orang atau kelompok lain itu juga bisa terjadi kepada dirinya juga..

Misal, menuduh orang atau kelompok lain sebagai ahli bid’ah dengan dibumbui segudang dalil dan argumentasi diantaranya bahwa ahli bid’ah itu tidak mungkin bertaubat karena tidak pernah merasa bersalah, dst.. Ternyata si penuduh itu sendiri tanpa sadar telah terjerumus dalam bid’ah dan apa yang ditulisnya itu menimpa dirinya sendiri yaitu ia tidak mungkin bertaubat karena tidak pernah merasa bersalah..?!

Intinya, ia menuduh orang lain ahli bid’ah dan tersesat padahal yang ahli bid’ah dan tersesat adalah si penuduh sendiri.. Ia tidak sadar karena pandai mempermainkan dalil dan argumentasi..

Paling aman dan selamat itu adalah terus belajar dan mencari disertai banyak berdoa memohon petunjuk kepada Allah, hindari saling vonis seperti itu, kedepankan husnudzdzan atau prasangka baik kepada sesama muslim lintas organisasi, perbanyak istighfar dan taubat serta berdzikir kepada Allah terutama membaca, mengkaji, memahami dan berusaha mengamalkan Al-Qur’an.. Insya Allah selamat dan masuk surga, aamiin.

Kita ketemu di pengadilan Allah saja karena keputusan Allah adalah paling adil dan paling bijaksana.. Mari berpikir sebelum terlambat..

Harapannya adalah kita semua masuk surga, aamiin ya Robb..

Malang,
Kamis malam Jum’at 11 Rabi’uts Tsani 1437 / 21 Januari 2016

Hamba Allah yang selalu berharap petunjuk, ampunan dan kasih sayangNya
Abdullah Sholeh Hadrami
@AbdullahHadram

Tafakkur 1

3 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *