Kritik Untuk Saudara-Saudaraku Sesama Salafy

Kritik Untuk Saudara-Saudaraku Sesama Salafy

Kita sering mendengar sebuah hadits yang sangat terkenal bahwa umat Islam terpecah menjadi 73 golongan, semuanya masuk neraka hanya satu golongan yang masuk surga.

Salafy mempenyai keyakinan bahwa satu golongan yang masuk surga itu hanya Salafy saja sedangkan yang lainnya masuk neraka.

Menurut keyakinan Salafy golongan seperti; Asy’ari, Maturidi, NU, Muhammadiyah, Haba’ib, Al-Irsyad, Persis, Jama’ah Tabligh, Ikhwanul Muslimin adalah termasuk 72 golongan yang masuk neraka.

Salafy yang tidak berkeyakinan seperti ini pasti dikeluarkan dari Salafy dan dianggap bukan Salafy lagi.

Apalah artinya kita berpura-pura baik dan dakwah lemah lembut serta akrab dengan tokoh-tokoh NU dan yang lainnya sementara kita berkeyakinan bahwa kelompok tersebut termasuk 72 golongan yang masuk neraka, bukankah ini adalah “taqiyah” mirip ajaran syi’ah, yaitu berpura-pura karena masih minoritas dan takut..?!

Saya Muslim Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Salafy, ini adalah pilihan saya, semua umat Islam adalah saudara saya dan saya tidak setuju dan tidak sependapat dengan keyakinan seperti ini dan bertaubat serta memohon ampun kepada Allah atas kesalahan saya dimasa lalu dan harapan saya adalah kita semua sama-sama masuk Jannah.

Saya mengajak teman-teman untuk berpikir kembali dan tidak terus menerus berada dalam keyakinan yang seperti itu. Apalah artinya istiqamah dan kokoh tapi dalam keyakinan yang salah..?!

Kita harus jujur bahwa tidak ada kelompok yang sempurna dan kewajban kita adalah saling mengingatkan, saling menasehati, meluruskan dan melengkapi serta saling mendoakan.

Saudara-saudaraku yang saya cintai karena Allah, apabila terjadi perbedaan pendapat, ketimbang harus emosional dan vonis sesat serta neraka, alangkah baiknya jika pikiran masing-masing pihak dikomunikasikan dengan baik, lalu didiskusikan layaknya orang dewasa yang memiliki basis moral akhlakul karimah dan intelektual Islami.

Kita harus terus belajar, belajar, belajar dan jangan pernah berhenti dari belajar karena ilmu adalah ibarat lautan tidak bertepi.

Ya Allah, hanya kepadaMu hamba mengadu…

Semoga Bermanfaat.

Malang,
Sabtu 21 Rabi’ul Awwal 1437 / 02 Januari 2016

Hamba Allah yang selalu berharap petunjuk, ampunan dan kasih sayangNya
Abdullah Sholeh Hadrami
@AbdullahHadrami

Muhasabah

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *