Oleh-oleh dari Sekolah Tinggi Darul Uloom Deoband India

Oleh-oleh dari Sekolah Tinggi Darul Uloom Deoband India

Alhamdulillah pada hari Rabu, 15 Muharram 1437 / 28 Oktober 2015 kami dimudahkan Allah berkunjung ke Sekolah Tinggi Darul Uloom Deoband dan Mazahir Uloom Saharanpur India, dua sekolah tinggi yang termasuk pusat Ahli Hadits Ahlus Sunnah Wal Jama’ah di India dan bahkan diakui dunia Internasional.

Kami menempuh perjalanan darat dari New Delhi menuju Sekolah Tinggi Darul Uloom Deoband dan sampai disana menjelang Ashar.

Sekolah Tinggi Darul Uloom Deoband sangat besar dengan bangunan sangat banyak dan menampung ribuan mahasiswa.

Selepas Ashar kami menuju majelis tempat mengajar salah seorang Ahli Hadits di Sekolah Tinggi Darul Uloom Deoband, beliau adalah Mufti Abul Qasim Nu’mani hafidhahullah, saat itu beliau sedang mengajarkan salah satu kitab hadits karya beliau yang berbahasa Urdu yang dibacakan oleh salah seorang murid beliau.

Kami belum paham bahasa Urdu tapi kami paham teks hadits yang berbahasa Arab yang sedang dibahas saat itu, yaitu hadits tentang pemberitahuan Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Salam bahwa ada umat Beliau yang bangkrut dan pailit pada hari kiamat nanti dikarenakan pahala kebaikannya diambil untuk melunasi kedzaliman-kedzalimannya sehingga kebaikannya habis dan dosanya bertambah banyak dan ia dilempar ke neraka.

Setelah kajian selesai beliau menyapa kami dengan penuh keakraban dan bertanya kepada kami dari mana kami berasal, kepada siapa kami belajar dan dihidangkan kepada kami secangkir teh.

Setelah kami jawab bahwa kami berguru kepada Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin rahimahullah, beliau banyak memuji Syaikh Utsaimin rahimahullah.

Kemudian beliau berikan kepada kami hadiah sebagian kitab hadits karya beliau dan beliau ijazahkan sanad hadits yang beliau miliki kepada kami yang berjumlah cukup banyak, diantaranya Kutubus Sittah, yaitu enam kitab hadits; Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan At-Tirmidzi, Sunan Abu Dawud, Sunan An-Nasa’i dan Sunan Ibnu Majah, dan kitab-kitab hadits lainnya yang beliau miliki sanadnya termasuk Kitab “Asy-Syama’il Al-Muhammadiyyah” karya Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullah.

Beliau berikan kepada kami sanad dengan membacakan sebuah hadits tentang rahmat kasih sayang yang dikenal dengan istilah “Al-Musalsal Bil Awwaliyyah” yang sanadnya bersambung dari beliau sampai ke Al-Imam At-Tirmidzi dan bersambung sampai ke Sahabat Abdullah bin Amr bin Al-‘Ash Radhiyallahu ‘Anhuma dari Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam, Beliau bersabda:
“Orang-orang yang penyayang pasti di sayang oleh Sang Maha Penyayang. Sayangi yang di bumi, pasti yang di langit sayang kepadamu.”

Hadits yang amat sangat agung yang harus selalu kita ingat dan tidak pernah kita melupakannya, yaitu jika kita ingin mendapatkan rahmat kasih sayang Allah maka kita harus rahmat kasih sayang kepada makhluk ciptaan Allah, sebagaimana Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam mengkisahkan dalam riwayat shahih Bukhari dan Muslim tentang seorang pelacur yang masuk surga karena memberi minum anjing yang sedang kehausan.

Al-Kisah.. Pada suatu hari seorang Pelacur melihat seekor anjing yang hampir mati karena kehausan. Pelacur itu merasa kasihan terhadap anjing tersebut lalu ia melepas sepatunya untuk mengambilkan air minum dari sumur dan memberikannya kepada anjing tersebut. Allah mengampuni dosa-dosa pelacur itu dan memasukkannya ke dalam surga karena memberikan minum kepada anjing yang kehausan. Subhanallah, betapa luas rahmat kasih sayang Allah kepada orang yang mempunyai rahmat kasih sayang kepada makhluk ciptaan Allah.

Kemudian setelah itu majelis ditutup, kami saling bersalaman dan berpelukan penuh keakraban, lalu kami menuju Masjid Jami’ Sekolah Tinggi Darul Uloom Deoband yang cukup besar dan megah dengan jamaah yang penuh memenuhi semua ruangan masjid. Kami melaksanakan shalat Maghrib berjamaah kemudian setelah Maghrib ada kajian syarah kitab Sunan At-Tirmidzi oleh beliau, Mufti Abul Qasim Nu’mani hafidhahullah.

Semoga ijazah sanad ini menjadi hujjah argumentasi yang membela kami di hadapan Allah dan bermanfaat memberikan kontribusi bagi Islam wal muslimin, aamiin.

Semoga Allah ampuni semua dosa dan kesalahan kami dan Allah anugerahkan kepada kami ilmu yang barokah dan bermanfaat di dunia dan di akhirat, aamiin.

New Delhi India
Jum’at, 17 Muharram 1437 / 30 Oktober 2015

Akhukum Fillah
Abdullah bin Sholeh Al-Hadrami
@AbdullahHadrami

As-Syama'il Al-Muhammadiyyah

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *