Berdakwah di Tengah Para Narapidana Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru Malang.. Sekilas Tentang LP Lowokwaru Malang [Bagian Ke 1]

Berdakwah di Tengah Para Narapidana
Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru Malang.. Sekilas Tentang LP Lowokwaru Malang [Bagian Ke 1]

Setiap manusia pada dasarnya adalah baik dan ingin menjadi orang baik dan bermanfaat. Namun adakalanya seseorang terperangkap dalam situasi dan kondisi yang pada akhirnya menjadikannya keluar dari sifat dasarnya yang baik tersebut.

Demikianlah kehidupan, selalu terjadi di dalamnya pertarungan antara yang hak dan yang batil, antara yang baik dan yang buruk. Adakalanya seseorang mampu mengalahkan yang buruk dan batil sehingga menjadi baik dan berada dalam kebenaran. Adakalanya pula seseorang terkalahkan oleh yang buruk dan batil.

Alhamdulillah, Allah telah memberikan kesempatan kepada kami untuk berdakwah kepada para narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru Malang semenjak lebih dari dua tahun yang lalu sampai sekarang, berupa kajian rutin setiap hari Selasa di masjid At-Taubah yang terletak di dalam komplek LP tersebut.

Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru Malang adalah termasuk LP terbaik di Indonesia dari sisi kebersihan, ketertiban, keamanan, pembinaan dan lainnya. Memang tidak salah kalau LP tersebut sering mendapatkan penghargaan karena realita menunjukkan bahwa LP tersebut layak untuk mendapatkannya.

Ketika hendak masuk LP, para tamu harus menyerahkan tanda pengenal seperti KTP dan semisalnya dan diperiksa barang bawaannya, apabila ada barang bawaan yang dilarang dibawa masuk maka harus dititipkan di tempat penitipan terlebih dahulu, barulah kemudian dipersilahkan masuk.

Di luar LP disediakan ruangan terbuka untuk para pengunjung yang hendak mengunjungi sanak famili atau temannya. Terlihat di sana berkumpul dan duduk dengan tertib menunggu antrian; laki, perempuan, tua, muda, besar dan kecil. Di dalam LP juga di atur sedemikian rupa tempat untuk para pengunjung ketika bertemu dengan orang yang dikunjunginya agar suasana nyaman.

Begitu masuk ke dalam LP yang tampak adalah suasanya yang asri dengan taman-taman yang indah dan rapi. Semakin masuk ke dalam akan tampak bunga-bunga warna-warni nan elok menghiasai halaman setiap blok dari blok-blok yang ada di LP tersebut dengan hiasan dan tulisan-tulisan di dinding yang merupakan kata-kata motivasi agar setiap penghuninya menjadi lebih baik.

Juga terdapat sarana-sarana olah raga seperti Futsal, tennis lapangan, badminton dan lainnya. Sarana-sarana pelatihan keterampilan, perpustakaan umum dan perpustakaan buku-buku agama dan lainnya. Alhamdulillah beberapa waktu yang lalu ada seorang dermawan yang menyumbangkan buku-buku agama Islam yang cukup banyak dan bermanfaat seperti terjemah Shahih Tafsir Ibnu Katsir 10 jilid tebal, terjemah Tafsir Al-Aisar dan lainya, mulai dari kitab-kitab besar berjilid-jilid sampai kitab-kitab kecil dengan puluhan judul kitab. Dengan harapan mereka para penghuni LP tersebut memanfaatkan waktu luang mereka untuk membaca sehingga menjadi hiburan positif, bermanfaat dan mendapatkan ilmu.

Di dalam LP itu pula berdiri sebuah masjid yang cukup besar dan menyejukkan, Masjid At-Taubah namanya, dengan harapan dari masjid inilah mereka yang pernah berbuat kesalahan dan dosa bertaubat kepada Allah dan menjadi manusia-manusia yang baik lagi bermanfaat.

Setiap hari Selasa kami selalu datang ke LP tersebut sebelum masuk waktu shalat Dhuhur. Diawali dengan shalat Dhuhur kemudian dilanjutkan dengan taushiah plus tanya jawab dan ditutup dengan doa selama maksimal satu jam.

Pesertanya adalah para narapina yang berjumlah ratusan dari sekitar dua ribuan jumlah total penghuninya yang telah melampaui kapasitas LP. Ada pembunuh, perampok, pencuri, koruptor, penipu, pelaku peledakan bom, pemerkosa, pemakai narkoba, pengedar narkobadan lainnya atau mungkin juga ada orang-orang tidak bersalah tapi karena kalah di pengadilan sehingga harus masuk mendekam di LP.

Pengajian yang dihadiri oleh orang-orang yang benar-benar majemuk dari semua kalangan, kelompok dan golongan masyarakat mulai dari yang terpelajar bahkan dosen dan anggota dewan serta pejabat sampai anak jalanan, mulai dari anak kecil usia SMP sampai orang tua, mulai dari orang yang sudah kenal agama sampai orang yang tidak pernah kenal agama bahkan atheis, mulai dari orang kaya sampai orang miskin, dan seterusnya. Benar-benar majemuk. Tidak sedikit yang tubuhnya bertatto bahkan ada yang seluruh tubuhnya dipenuhi dengan tatto.

Entah mengapa, setiap kami menyampaikan kajian di LP selalu kami rasakan suasana yang lain dibanding kajian-kajian kami di luar LP. Mungkin karena mereka telah melepaskan semua atribut kebesaran mereka ketika di luar sehingga tidak ada lagi atribut yang menempel pada diri mereka selain narapidana. Iya, semuanya sama, narapidana. Mereka telah menjadi ‘diri mereka sendiri’, menjadi hamba Allah. Atau mungkin juga karena mereka adalah orang-orang yang telah menyadari kesalahan-kesalahan mereka dan bertekad bulat untuk bertaubat kepada Allah sehingga hati mereka menjadi hati yang bersih, yang penuh penyesalan atas semua kesalahan.

Bukankah Allah mencintai hamba-hambaNya yang mengakui kesalahan dan dosanya serta menyesalinya? Bukankah orang yang berbuat dosa dan kesalahan yang menyesali perbuatan buruknya lebih baik dari orang yang selalu berbuat kebaikan akan tetapi selalu ujub dan membanggakan dirinya? Bukankah manusia adalah tempat lupa dan salah? Bukankah sebaik-baik orang yang telah berbuat kesalahan adalah orang yang mau bertaubat?… [Bersambung]

Abdullah Shaleh Hadrami

Anjungan Minyak Chevron
West Seno Lepas Pantai Makassar
Jum’at 22 Rajab 1432 H /
24 Juni 2011

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.