Pelajaran dari Perjalanan ke Gaza; Mesir Negeri Kuno (bag 5)

Pelajaran dari Perjalanan ke Gaza; Mesir Negeri Kuno (bag 5)

Hari Sabtu 10 Juli 2010 pukul 19.30 pesawat yang kami tumpangi berangkat menuju Cairo Mesir dengan dua kali transit, di Singapore dan Dubai. Alhamdulillah pukul 6 pagi waktu Cairo kami telah mendarat di Bandara Cairo Mesir. Dua relawan BSMI yang telah berada di Cairo menjemput kami di bandara dan kami dibawa meluncur menuju penginapan.

Mesir adalah negeri kuno yang sering disinggung di dalam Al-Qur’an terutama dalam kisah Nabi Musa -Alaihis Salam dengan Fir’aun. Kesan pertama kami di Cairo Mesir adalah terasa sekali bahwa Mesir masih terkesan sebagai negeri kuno karena warna bangunannya rata-rata seperti warna tanah dan juga terkesan kurang bersih dan sedikit kumuh.

Setelah istirahat sebentar di penginapan kami meluncur ke KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Cairo Mesir untuk menemui staff KBRI dalam rangka menjelaskan misi kami BSMI dan untuk memantau perkembangan pengurusan visa masuk Gaza via Rafah Mesir serta agar pihak KBRI mendukung dan membantu kelancaran masuknya bantuan ke Gaza.

Dalam perjalanan kami melewati beberapa tempat bersejarah seperti sungai Nil, benteng dan masjid Salahuddin Al-Ayyubi, museum yang menyimpan jasad Fir’aun (Ramses), juga kami melihat kuburan-kuburan di Mesir yang aneh karena pekuburannya mirip perkampungan, setiap kuburan keluarga dibangun bangunan rumah, dan kami juga kami meyaksikan gereja-gereja dengan salibnya yang cukup banyak di Cairo Mesir serta pergaulan muda-mudi yang cukup bebas berjalan berduaan sambil bergandengan tangan walaupun si wanita sudah berjilbab, tapi jilbabnya belum syar’i, jilbabnya masih jilbab gaul yang ketat dan membentuk tubuh. [Abdullah Shaleh Hadrami/ASH]

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *