Pelajaran dari Perjalanan ke Gaza; Sejarah Singkat Palestina (bag 1)

Pelajaran dari Perjalanan ke Gaza; Sejarah Singkat Palestina (bag 1)

Bumi Palestina adalah milik kaum muslimin semenjak dahulu kala sebelum Masehi dan sampai hari kiamat. Zionis Yahudi yang mengklaim dengan negara Israel-nya tidak mempunyai hak sedikitpun atas bumi Palestina baik segi sejarah maupun dari dari segi agama.

Siapapun yang mengatakan dan mengklaim bahwa Zionis Yahudi (Israel) mempunyai hak atas bumi Palestina dengan dalih bahwa bumi Palestina adalah milik Nabi Musa -Alaihis Salam, Nabinya Bani Israel, berarti telah melupakan atau bahkan berpura-pura terhadap realita yang sebenarnya.

Zionis Yahudi bukanlah pengikut Nabi Musa -Alaihis Salam, dan bahkan justeru merekalah yang merusak dan melanggar ajaran-ajaran Nabi Musa -Alaihis Salam. Kaum muslimin-lah yang lebih berhak atas Nabi Musa -Alaihis Salam dan kaum muslimin-lah pengikut Nabi Musa -Alaihis Salam yang sebenarnya.

Jauh sebelum Nabi Musa -Alahis Salam, telah tinggal dan menetap di bumi Palestina Nabi Ibrahim -Alaihis Salam. Nabi Ibrahim -Alahis Salam bukanlah Yahudi dan bukan pula Nasrani, akan tetapi Beliau adalah seorang Nabi yang lurus dan Islam, dan Beliau bukan juga termasuk orang-orang musyrik. (QS. Ali ‘Imraan: 67).

Bumi Palestina adalah bumi para Nabi -Alaihimus Salam. Nabi Ibrahim, Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, Nabi Musa, Nabi Zakariya, Nabi Yahya dan Nabi ‘Isa -Alaihimus Salam, semuanya tinggal dan menetap di bumi Palestina.

Masjid Al-Aqsha adalah masjid yang kedua dibangun di muka bumi setelah Masjidil Haram Mekkah dengan rentang waktu empat puluh tahun setelah peletakan Masjidil Haram Mekkah sebagaimana dalam riwayat Imam Ahmad, Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim.

Zionis Yahudi tidak mempunyai negara. Mereka adalah bangsa yang terkutuk dan terlunta-lunta serta bercerai-berai di berbagai negara. Mereka telah melampai batas dan bahkan membunuh para Nabi -Alahimus Salam. Semua masyarakat dunia telah bosan, muak dan benci kepada mereka karena ulah mereka sendiri.

Pada tahun 1799 Masehi Napoleon berupaya menyatukan Yahudi di Baitul Maqdis Palestina, namun upayanya kandas karena ternyata Napoleon kalah.

Pada tahun 1897 Masehi Theodor Herzl mengadakan muktamar Balfour di Switzerland yang diantara hasil muktamar tersebut adalah:
1. Mendirikan yayasan Zionisme Internasional.
2. Mewujudkan keputusan muktamar untuk mendirikan negara Yahudi.

Pada tahun 1917 Masehi Inggris penjajah di Jazirah Arabia mendukung pendirian negara Yahudi.

Pada tahun 1947 Masehi Amerika juga mendukung pendirian negara Yahudi dan bahkan membelah dan membagi bumi Palestina menjadi dua bagian, wilayah Islam dan wilayah Yahudi.

Pada tahun 1948 Masehi Zionis Yahudi memproklamasikan negara Yahudi merdeka dengan memberi nama negara Israel, maka bangsa Yahudi dari seluruh penjuru dunia hijrah ke Palestina dengan memerangi dan mengusir pemilik negara yang sah yaitu kaum muslimin warga Palestina. Bangsa Yahudi membangun rumah-rumah mewah diatas puing-puing rumah-rumah bangsa Palestina.

Dengan hijrahnya bangsa Yahudi dari seluruh penjuru dunia ke bumi Palestina ini, Eropa diuntungkan dari dua sisi:
1. Eropa bebas dari kejahatan Yahudi yang tiada henti dan tiada putus.
2. Untuk melemahkan kekuatan Islam dengan adanya negara Yahudi ditengah komunitas kaum muslimin.

Pada tahun 1969 Masehi, tepatnya 21 Agustus 1969 Yahudi berupaya membakar masjid Al-Aqsha. Ini adalah rencana mereka semenjak lama dan telah mereka rancang dan desain dengan rapi, terbukti para saksi mata mengatakan bahwa semua akses untuk memadamkan api tersebut ditutup dan dipersulit.

Kekejaman Zionis Yahudi terhadap kaum muslimin dan bangsa Palestina khususnya amat sangat banyak karena mereka menganggap semua manusia selain Yahudi adalah halal darah dan hartanya.

Diantara kekejaman Yahudi adalah:
1. Pembantaian di masjid Ibrahimi 1994 Masehi; 50 muslimin gugur sebagai syuhada’ insya Allah dan sekitar 300 luka-luka ketika diserang secara brutal oleh seorang Yahudi, padahal saat itu mereka sedang melaksanakan shalat Jum’at di masjid tersebut.
2. Pembantaian Qana 1996; 109 gugur sebagai syuhada’ insya Allah yang sebagian besar wanita dan anak-anak di kamp pengungsi Qana ketika mereka dibombardir oleh angkatan udara Zionis Yahudi.
3. Pembantaian Sabra dan Shatilla Libanon 1982 Masehi; lebih dari 3000 (tiga ribu) muslimin gugur sebagai syuhada’ insya Allah. Yang paling bertanggungjawab atas serangan tersebut adalah Ariel Sharon yang saat itu memangku jabatan sebagai menteri pertahanan Israel dan kemudian menjadi perdana menteri Israel. Ariel Sharon dikenal sebagai “Tukang Jagal”.
4. Pebantaian di Jalur Gaza selama 25 hari, dimulai 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009; lebih 1300 muslimin gugur sebagai syuhada’ insya Allah dan 5300 lebih luka-luka, kebanyakan adalah wanita dan anak-anak. Lebih dari 50.800 warga Gaza kehilangan tempat tinggal.
5. Dan kekejaman-kekejaman lainnya yang amat sangat banyak..

Semoga berkumpulnya Yahudi di bumi Palestina adalah merupakan pengkondisian bakal terjadinya perang besar di akhir zaman antara kaum mulimin dengan Yahudi yang telah dikabarkan dan digambarkan dalan riwayat-riwayat sahih dari Nabi Muhammad -Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam, bahwa tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin memerangi Yahudi.
Yahudi bersembunyi dibalik batu, dan ternyata batu berbicara; “Hai orang Islam! Hai hamba Allah! Yahudi ada dibelakangku, kemarilah dan bunuhlah ia”.
Yahudi bersembunyi dibalik pohon, dan ternyata pohon berbicara; “Hai orang Islam! Hai hamba Allah! Yahudi ada dibelakangku, kemarilah dan bunuhlah ia”.
Kecuali satu pohon yang tidak berbicara dan dijadikan tempat bersembunyi Yahudi saat itu, yaitu pohon Ghorqod.

Yahudi sangat percaya dengan hadis ini dan mereka saat ini telah menanam berjuta-juta pohon Ghorqod di bumi Palestina untuk persiapan bersembunyi ketika perang besar tersebut terjadi.. [Abdullah Shaleh Hadrami/ASH]

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *