Ratusan Polisi Israel Menyerbu Masjid Al-Aqsa

Jerusalem (Suara Media News)- Pasukan Israel menyerbu pelataran Al-Aqsha dan mengepung sajumlah bangunan di dalamnya, dimana terdapat puluhan kaum muslimin yang sedang melakukan I’tikaf.Sementara itu, jema’ah kaum muslimin tidak mau meninggalkan tempat, karena tersebar isu kelompok yahudi radikal akan menyerang tempat tersebut.

Menurut saksi mata yang ada di sekitar itu menyebutkan, sebanyak 200 polisi Zionis mengepung bangunan masjid sejak dini hari tadi (28/2). Mereka meminta jama’ah itikaf meninggalkan masjid. Namun, jamaa’ah I’tikaf malah bertakbir di dalam masjid dan menyerukan kaum muslimin yang berada di luar masjid, khususnya yang berada di distrik Kota Lama untuk mendatangi Masjid Al-Aqsha.

Selanjutnya kepolisian Israel menembakan gas air mata ke arah warga yang berusaha memasuki pelataran masjid, hingga 12 diantara mereka mengalami sesak napas. Merek datang melalui pintu, al-Majlelis, salah satu pintu utama masjid Al-Aqsha. Seorang nenek dilarikan ke rumah sakit akibat insiden ini seperti dikutip AFP di Jerusalem, Minggu.

“Para jamaah Muslim melemparkan batu ke para pengunjung di tempat itu hari ini, dan pasukan kami telah memasuki kompleks itu dan melakukan penangkapan,” kata juru bicara Micky Rosenfeld.

“Sekitar 30 orang muda terkurung di dalam masjid itu, dan sebagai tindakan berjaga-jaga kami memutuskan untuk memberikan akses ke kompleks masjid itu hanya untuk pria berusia di atas 50 tahun, serta wanita dan anak-anak,” tambahnya.

Belasan polisi anti huru hara dikerahkan ke jalan-jalan sempit Kota Tua sementara pengumuman di siarkan melalui pengeras suara dan menara-menara masjid menyerukan umat Islam “meyelamatkan Jerusalem, demikian seorang koresponden AFP.

Seorang pejabat Komite Tertinggi Islam Jerusalem mengatakan warga Palestina yang melemparkan batu ke orang-orang mereka adalah kelompok garis keras Yahudi yang bermaksud berdoa di lokasi itu dan merusak status quo yang sulit itu.

“Mereka melemparkan batu-batu karena para pemukim Israel telah mengepung komplks itu dua atau tiga hari dan mengatakan mereka berniat memasuki kompleks masjid itu Ahad atau Senin untuk berdoa di Al Aqsa,” kata Adnan Husseini kepada AFP.

Para warga Yahudi merayakan hari libur Purim Ahad dan Senin. Kompleks masjid Al Aqsa adalah tempat paling suci ketiga Islam setelah Mekah dan Medinah.

Kompleks itu adalah lokasi tersuci di dunia bagi warga Yahudi, yang yakin adalah lokasi Kuil Kedua yang dibakar oleh kaum Romawi pada 70 tahun sebeeum Masehi , dan menyebutnya sebagai Temple Mount.

Lokasi itu telah menjadi perebutan keras selama puluhan tahun , dan aksi perlawanan rakyat Paletina kedua atau intifada, yang meletus di sana September 2000 setelah kunjungan Ariel Sharon, politisi sayap kanan yang menjadi perdana menteri waktu itu.

Bentrokan-bentrokan meletus di beberapa kesempatan yang di mulai September lalu setelah para jamaah Muslim melemparkan batu ke orang-orang yang mereka yakin adalah kelompok garis keras Yahudi yang berusaha berdoa di lokasi itu dalam liburan-liburan kaum Yahudi.

Pihak berwenang Israel menegaskan para pengunjung itu adalah turis-turis Prancis.

Kerusuhan terbaru itu terjadi setelah beberapa bentrokan di kota Tepi Barat Al Khalil (Hebron) menyangkut rencana Israel untuk merenovasi Makam Kepala -Kepala Keluarga di tempat itu satu lokasi tua yang dihormati umat Islam dan kaum Yahudi.(afp/nt/pic) www.suaramedia.com

3 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.