2 Hari Ditahan, Derita Ummu Bakr Tak Bisa Diungkapkan

Nablus – Infopalestina: Setelah bebas sejak ditahan selama 48 jam, wanita Palestina Rabia Bilal (Ummu Bakr) menegaskan, dirinya mengalami derita bukan saja apa yang terjadi dengan dirinya tapi terhadap lima anaknya yang sudah bertahun-tahun ditahan di penjara Israel.

Kepada kantor berita Shava kemarin Senin (14/12) Ummu Bakr menegaskan, anak-anaknya menceritakan kepada dirinya apa yang mereka alami sebagai tahanan. Namun wanita itu mengaku tidak pernah membayangkan penderitaan itu sebelumnya. “Sebuah pemandangan yang tidak bisa dijelaskan. Saya hanya berdoa kepada Allah agar anak-anaknya bebas jika ditandatangani kesepakatan pertukaran tahanan.”

Ummu Bakr sendiri ditangkap serdadu Israel di rumahnya di Nablus Tepi Barat pada pertengahan malam Sabtu lalu setelah dikepung dan pintunya digedor dengan keras. “Di pusat investigasi, Israel memaksa saya untuk mengakui sejumlah hal dengan tekanan dan ancaman selama lebih dari 4 jam” tuturnya.

Akibat perlakukan kasar Israel, dirinya mengalami penurunan darah secara drastis. Setelah diperiksa dokter dan di RS Israel.

Ia sendiri ditangkap karena dua anaknya yang ditahan Muadz dan Ustman akan masuk daftar pembebasan tahanan. Namun Israel tidak ingin kegembiraan dirasakan oleh keluarga Ummu Bakr.

Wanita ini menegaskan, Israel menanyakan seluruh yang terkait dengan keluarganya, termasuk sumber nafkah dan lain-lain. Padahal sumber nafkah satu-satunya adalah gaji suaminya yang sudah pensiun, apalagi ia seorang nenek yang sudah tidak mengerti apa-apa.

Israel sendiri melarang dirinya untuk bertemu dengan anak-anaknya termasuk dengan cucu terbesarnya Said (19) tanpa alasan. Itu semua sebagai tekanan Israel kepada keluarganya.

Anak-anaknya yang ditahan adalah Bakr, Ubadah (yang akan dibebaskan pada awal 2012 yang kini dipindahkan ke tahanan Beteh Tafka) Muadz dan Utsman yang divonis seumur hidup di penjara Ber Seba dan Umar yang ditangkap belakangan ini. Sementara cucunya dari Bakr, Said dan istri Ubadah juga ditangkap Israel. (bn-bsyr)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.