Akademisi Berhenti Dukung Pusat Studi Holocaust

Merasa tidak mendapatkan akses yang cukup, para akademisi kajian holocaust mundur dari Wiesenthal Institute

Sekelompok akademisi telah menarik dukungan mereka atas sebuah pusat studi holocaust Austria, karena mereka tidak mendapatkan akses yang cukup untuk melihat arsip-arsip yang ada.

Menurut sebuah surat yang dikirimkan ke Associated Press, para profesor dan peneliti hanya diberikan akses yang terbatas, dan dalam beberapa kasus tertentu malah sama sekali tidak diberi akses, untuk melihat arsip milik komunitas Yahudi di Wina.

Vienna Wiesenthal Institute for Holocaust Studies mulai beroperasi pada bulan Januari. Tujuannya adalah memberikan akses bagi para peneliti untuk melihat sekitar 8.000 arsip tentang perburuan Nazi terhadap Simon Wiesenthal, dan juga arsip milik Komunitas Yahudi Wina, yang mewakili umat Yahudi kota itu.

Awal bulan ini, beberapa mantan pejabat institut — termasuk Anton Pelinka mantan ketua komite eksekutif, dan manajer bisnis Ingo Zechner — mengumumkan bahwa mereka berhenti mendukung pusat studi tersebut. Mereka beralasan , para akademisi tidak akan bisa melakukan penelitian yang independen, karena ada pembatasan dalam mengakses arsip.

Dalam salinan surat yang diperoleh AP tersebut, 12 dari 15 anggota badan penasehat akademis internasional, juga menyampaikan pengunduran diri mereka.

“Badan Penasehat Internasional Vienna Wiesenthal Institute mencermati bahwa institut dalam menjalankan tugasnya tidak lagi memperoleh kondisi akademis independen sebagaimana yang diperlukan,” tulis para akademisi itu dalam surat yang bertanggal hari Senin.

“Berdasarkan atas informasi yang tersedia bagi kami dan dalam pandangan pengunduran diri … kami menyimpulkan bahwa badan ini tidak lagi bermanfaat.”

Surat tersebut ditandatangani antara lain oleh Yehuda Bauer, profesor kajian Holocaust di Universitas Hebrew Yerusalem, David Bankier, kepala International Institute for Holocaust Research di Yad Vashem dan Tom Segev, seorang sejarawan Israel, jurnalis dan biografer Wiesenthal. [di/ptv/hidayatullah]

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.