1/4 Penduduk Dunia Adalah Muslim

Peneliti kaget, jumlah umat Islam sudah mencapai 1/4 dari total populasi dunia. Indonesia masih menjadi negara mayoritas Muslim terbesar dan dianggap toleran

Jumlah Muslim di seluruh dunia adalah 1,57 milyar. Artinya, hampir 1 dari tiap 4 orang di dunia adalah Muslim. Pemeluk Islam di dunia mencapai sekitar 23% total penduduk dunia yang berjumlah 6,8 milyar. Demikian menurut hasil penelitian terbaru, yang diumumkan Rabu (7/10).

Laporan tersebut, yang dianggap banyak kalangan sebagai yang paling lengkap dibanding penelitian lain yang sejenis, merupakan hasil penelitian Pew Forum on Religion and Public Life, salah satu lembaga survey terkemuka di Amerika Serikat.

Hasil kerja Pew ini memberikan gambaran mengenai jumlah Muslim yang bisa dibilang “tepat.” Sebelumnya jumlah total pemeluk Islam di seluruh dunia hanyalah menjadi subyek perkiraan saja, dengan angka perkiraan antara 1 milyar hingga 1,8 milyar.

10 negara dengan jumlah Muslim terbanyak dalam penelitian itu diantaranya adalah: Indonesia dengan jumlah penduduk 202.867.000 (88,2 %), Pakistan: 174.082.000 (96,3%), India: 160.945.000 (13,4%), Banglades: 145.312.000 (89,6%), Mesir: 78.513.000 (94.6%), Nigeria: 78.056.000 (50,4%), Iran: 73.777.000 (99.4%), Turki: 73.619.000 (98%), Aljazair: 34.199.000 (98%),dan Maroko: 31.993.000 (99%).

Kesimpulan penelitian juga menyebut, Indonesia, negara yang dianggap paling toleran.Para peneliti dan akedemisi cukup dibuat terkejut dengan hasil penelitian itu. Bukan apa-apa, dalam temuan terbaru ini menunjukkan, ada negara yang tidak dianggap negara Muslim namun tiba-tiba jumlah kaum Muslim sangat besar.

“Ada negara-negara yang kita anggap bukan sebagai negara Muslim, tapi mereka memiliki jumlah penduduk Muslim yang cukup besar,” kata Alan Cooperman, associate director of research di Pew, seraya menyebut India, Rusia dan China.

“Kebanyakan orang berpikir, dunia Muslim berarti orang Muslim tinggal di negara yang mayoritas penduduknya Muslim,” kata Brian Grim seorang peneliti senior. “Tapi melihat India … hal seperti itu sedikit banyak mengubah pandangan itu.”

Orang mengira populasi Muslim di Eropa terbentuk oleh kaum imigran, kenyataannya hal itu hanya terjadi di Eropa barat. “Di bagian Eropa lainnya — tempat-tempat seperti Rusia, Albania dan Kosovo, Islam dianut oleh penduduk pribumi. Lebih dari separuh Muslim Eropa merupakan pribumi asli,” demikian ulas Cooperman.

Para peneliti juga sangat terkejut mendapati populasi Muslim di sub-Sahara Afrika ternyata rendah. Di sana hanya ada sekitar 240 juta Muslim, atau sekitar 15% dari jumlah total Muslim dunia.

Islam diperkirakan menjadi agama yang paling cepat pertumbuhannya di kawasan sub-Sahara, seperti di Nigeria. Tapi, ternyata hasil penelitian membuktikan penduduk negara itu hanya separuhnya saja yang beragama Islam.

Meskipun pusat Islam adalah di Timur Tengah, hasil penelitian itu membuktikan bahwa pemeluk Islam terbanyak berada di Asia, yaitu lebih dari 60%. Hanya 20% yang tinggal di Timur Tengah dan Afrika Utara. 15% berada di sub-Sahara Afrika, 2,4% di Eropa dan 0,3% di daratan Amerika.

“Pemikiran bahwa Muslim adalah Arab dan Arab adalah Muslim terhapus oleh hasil penelitian ini,” kata Amaney Jamal, seorang asisten profesor bidang politik di Universitas Princeton yang mengkaji hasil laporan penelitian itu.

Perlu dicatat bahwa dalam penelitian ini agama Syiah dianggap merupakan bagian dari Islam oleh para peneliti. Padahal sebenarnya Islam berbeda dengan Syiah. Oleh karena itu jumlah angka-angka yang tersaji di atas tercampur antara jumlah penganut Islam dengan Syiah.

Mengenai Syiah dalam penelitian ini, peneliti senior Pew, Brian Grim mengatakan bahwa sulit mengetahui jumlah penganut Syiah secara pasti, karena hanya sedikit negara yang memiliki catatan tentang itu. Diperkirakan jumlah Syiah 10%-13% dari total jumlah Muslim di atas, agak sedikit lebih rendah dibanding laporan hasil penelitian lain. 80% penganut Syiah tinggal di 4 negara yaitu Iran, Pakistan, India dan Irak. Peneliti Pew memperkirakan 1 dari 10 Muslim adalah penganut Syiah. 1 dari 3 orang Syiah tinggal di Iran. Lainnya tinggal di Irak, Azerbaijan dan Bahrain.

“Hanya satu atau dua sensus di dunia … yang pernah mengajukan pertanyaan sektarian,” kata Grim. “Di kalangan Muslim pertanyaan itu adalah pertanyaan yang sangat sensitif. Jika ditanyakan, sebagian besar hanya akan menjawab ‘Saya seorang Muslim.’ Bukannya mereka tidak tahu (perbedaan itu), tapi di banyak tempat pertanyaan itu sensitif,” katanya.

Hasil penelitian itu bisa — dan seharusnya — memberikan implikasi pada kebijakan negara Amerika Serikat. Demikian menurut Reza Aslan, penulis buku laris “Tidak Ada Tuhan Kecuali Tuhan“, warga Amerika keturunan Iran.

“Semakin lama, orang-orang di Timur Tengah persentasenya kecil dan semakin kecil dalam masyarakat Muslim dunia,” kata Aslan kepada CNN.

“Jika tujuannya adalah membangun pengertian yang lebih baik antara AS dan dunia Islam, fokus kita seharusnya pada Asia Selatan dan Asia Tenggara, bukan Timur Tengah,” tambahnya.

Reza Aslan berbicara kepada CNN sebelum laporan Pew dipublikasikan, dan tanpa melihat isi laporan itu sebelumnya, tapi ia sudah mengetahui kecenderungan-kecenderungan yang berhasil diindentifikasi dalam penelitian tersebut.

Brian Grim mengatakan, tim peneliti di Pew Forum menghabiskan waktu hampir 3 tahun menganalisa “data terbaik yang tersedia” dari 232 negara dan teritori di dunia. Tujuan mereka adalah mendapatkan gambaran yang paling lengkap mengenai populasi Muslim dunia dalam satu kurun waktu tertentu. Untuk itu mereka mengumpulkan data dari sensus nasional dan survey, dan mengarahkannya berdasarkan pada apa yang mereka tahu mengenai pertumbuhan populasi di masing-masing negara.

Mereka menyebut hasil penelitannya sebagai “proyek terbesar dari jenisnya hingga saat ini.” Isi laporan itu mengandung banyak informasi rinci, yang bahkan membuat para peneliti terkejut. Brian Grim peneliti seniornya, cukup terkejut mengetahui jumlah Muslim di dunia, sebagaimana dikatakannya kepada CNN.

“Secara keseluruhan, jumlahnya lebih besar dari yang saya perkirakan,” katanya, seraya mengingatkan bahwa perkiraan sebelumnya jumlah total Muslim dunia adalah 1-1,8 milyar.

Para pejabat Pew mengatakan laporannya itu merupakan yang paling lengkap, dilihat dari besaran dan distribusi dari agama terbesar kedua di dunia setelah Kristen, yang diperkirakan dianut oleh 2,1 – 2,2 milyar orang.

Tugas terberat dalam menentukan populasi Muslim di 232 negara dan teritori itu meliputi analisa laporan sensus, kajian demografi, dan survey populasi umum. Dalam kasus di mana data yang tersedia umurnya sudah beberapa tahun lamanya, para peneliti menggunakan angka proyeksi untuk tahun 2009.

Sebuah proyek Pew yang akan datang, direncanakan dirilis tahun 2010, berupa laporan data perkiraan pertumbuhan rata-rata populasi Muslim dan kecenderungan-kecenderungannya di masa depan.

Sebuah kajian yang serupa atas populasi Kristen dunia direncanakan akan dimulai tahun depan. Diperkirakan ada sekitar 2,25 milyar penganut Kristen, berdasarkan proyeksi dalam Database Agama-Agama Dunia 2005.

“Kami tidak hanya memperhatikan Muslim,” kata Grim.

Mereka juga akan menggali apa yang orang-orang yakini dan amalkan, karena analisa yang sekarang tidak mengkajinya. “Ini bukan berarti menggambarkan tingkat relijiusitas orang, hanya merupakan identifikasi terhadap diri mereka sendiri,” papar Grim. “Kami mencoba untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang agama di dunia.”[di/cnn/ap/hidayatullah]

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.