Hamas: Israel Mundur Karena Gempuran Perlawanan dan Semangat Juang Rakyat

Gaza – Infopalestina: Gerakan Perlawanan Islam Hamas kembali menegaskan komitmennya pada pilihan perlawanan sebagai landasan dialog Palestina manapun. Hamas menegaskan bahwa proyeknya adalah pembebasan seluruh Palestina dan bukan hanya Gaza. Hamas menilai apa yang terjadi di Jalur Gaza selama perang terakhir adalah kemenangan perlawanan menuju jalan pengusiran penjajah dari semua tanah Palestina.

Petinggi Hamas Ismail Ridwan mengatakan, “Penjajah belum merealisasikan tujuan yang pernah diumumkan sebelumnya. Mereka hengkang akibat gempuran perlawanan dan semangat juang rakyat Palestina, bukan karena merespon tekanan internasional atau resolusi PBB.” Dia menegaskan penjajah Israel mengunakan siasat tipu daya dan blackout media untuk menyembunyikan kerugiannya.

Dia mengatakan bahwa kemenangan Gaza tidak lain adalah jalan menuju al Quds dan Haifa dan Yafa, menuju Nagev dan Tepi Barat. Gaza bukan proyek Hamas. Proyek Hamas adalah Gaza dan Palestina. Hamas akan terus bertempur sampai penjajah hengkang dari tanah Palestina.

Dia menambahkan, “Kami akan tetap komitmen dengan keputusan perlawanan dan akan meniti jalan para syuhada. Di manapun ada penjajah di situ ada perlawanan. Kami tidak akan melepaskan perlawanan. Kemi tegaskan kembali bahwa apa yang tidak kami berikan di bawah blockade, perang dan kehancuran tidak akan kami berikan melalui politik.”

Dia menegaskan keharusan penghentian agresi menyeluruh terhadap rakyat Palestina dan penjajah meninggalkan dari seluruh wilayah Jalur Gaza. Kemudian pembukaan perlintasan, khususnya gerbang perlintasan Rafah, dan pembebasan blockade.

Dia menyerukan agar para pemimpin penjajah Israel diakukan ke mahkaman kejahatan perang internasional atas kejahatan perang yang dilakukan terhadap rakyat Palestina. (seto)

Misy’al: Pertempuran Gaza Titik Perubahan dalam Konflik dengan Israel

Damaskus – Infopalestina: Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas Khaled Misy’al menegaskan apa yang terjadi di Jalur Gaza adalah “awal perang hakiki dan besar yang dimenangkap rakyat kami di lapangan. Untuk itu pertempuran Gaza adalah titik perubahan dalam konflik dengan Zionis Israel.”

Hal tersebut disampaikan Misy’al dalam pidato televisi, Rabu (21/01) malam. Dia menegaskan, “Pertempuran ini menjadi asas bagi strategi sungguh-sungguh dan aktif untuk pembebasan dimulai dari Palestina dan membentang dengan dukungan umat di seluruh tempat. Dan benar, ini dalam perang pembeda antara yang hak dan yang batil, sebagaimana dinamakan oleh para pejuang perlawanan Palestina. Pembeda antara perlawanan dan kompromi, antara sebelum dan sesudah agresi.”

Dia menambahkan, “Pertempura Gaza adalah awal kemenangan hakiki dan mendekatkan kemenangan yang akan datang dan target yang akan datang.” Dia menegaskan pembebasan Palestina “tidak hanya sekadar mimpi, namun realita yang kita lihat. Pertempuran Gaza telah mengangkat kita ke atas dan kita melihat kemenangan akan datang, insya Allah.”

Misy’al kembali menegaskan, ini adalah kemenangan Gaza, perlawanan dan rakyat Palestina sekaligus kegagalan musuh. Kemenangan perlawanan di Gaza terjadi lebih besar dan lebih jelas dari klaim-klaim musuh dan keraguan orang-orang yang bersekongkol dalam agresi ini. “Tidakkah cukup bahwa target-target musuh belum terealisasi. Penjajah telah gagal di medan pertempuran sebagaimana telah gagal dalam politik. Maka setelah 3 pekan, mereka terpaksa menghentikan serangan dan penarikan sepihak tanpa ada kesepakatan atau syarat apapun yang menjadi komitmen perlawanan.”

Tidak lupa Misy’al mengingatkan keberhasilan perlawanan Palestina dalam menawan sejumlah serdadu Israel selama agresi di Gaza. “Kami akan kembali berupaya menawan serdadu Israel lagi untuk pembebasan para tahanan Palestina,” ungkap Misy’al.

Pemimpin Palestina ini menegaskan bahwa setelah kemenangan pertempuran di Jalur Gaza, maka masih tersisa dua pertempuran lagi. Yang pertama adalah pertempuran pembebasan blockade dan yang kedua adalan pertempuran pembukaan pelintasan, khususnya gerbang perlintasan Rafah yang merupakan pintu ke dunia luar bagi rakyat Palestina dan urat nadi kehidupan mereka. Karenanya hal itu menjadi prioritas. “Kami minta kepada umat dan bukan dari musuh untuk membuka pelintasan, meskipun ini adalah hak kami, karena musuh telah menduduki tanah kami,” tegasnya. Misy’al yakin dua pertempuran ini akan dimenangkan.

Terkait dengan pembangunan Jalur Gaza, Misy’al menegaskan bahwa Hamas dan Pemerintah Palestina yang dipimpin Ismail Haniyah akan menanggung seluruh tanggung jawab kepada warga Jalur Gaza. “Kami akan menanggung seluruh tanggung jawab penuh. Kami akan mengobatkan semua yang terluka dan mengganti apa yang kami bisa.”

Hamas dan pemerintah Haniyah sudah mulai bekerja demi merealisasikan proyek pembangunan, penampungan, penggantian dan pengobatan korban luka. Dia mengatakan, “Kami sudah menghubungan beberapa Negara dan mengunjungi sebagiannya sekaligus melakukan koordinasi, untuk memberikan solusi bagi warga Gaza.”

Ada dua hal yang sangat prioritas dalam masalah ini, tegas Misy’al. Yang pertama adalah santunan keluarga korban, baik yang meninggal maupun yang terluka. Serta keluarga-keluarga yang eksodos karena kehilangan rumah. Rincianya diserahkan kepada pemerintah Haniyah. Selain itu juga pengobatan korban yang terluka. Hal yang kedua adalah program pembangunan. Dalam akan diberikan penggantian apa yang hilang dan dibangun apa yang sudah dihancurkan Israel.

Untuk itu, Misy’al menyerukan kepada Negara-negara dan lembaga-lembaga Arab, Islam dan internasional yang sudah memutuskan memberikan bantuan ratusan juta dolar untuk merekonstruksi Jalur Gaza. Namun dia mengingatkan agar tidak memberikan dana ini kepada tangan-tangan yang salah (rusak). Ada dua cara, diserahkan kepada pemerintah yang dipimpin Ismail Haniyah yang memiliki tangan bersih dalam melayani rakyat dan bisa diawasan langsung oleh Negara pemberi dana. Atau kepada pihak-pihak yang dianggap memiliki komitmen memberikan pelayanan kepada rakyat Palestina dan langsung diawasi oleh pemberi bantuan. Misy’al mengatakan, “Semua orang Palestina tidak mau dana ini jatuh ke tangan orang-orang yang rusak, anda semua tahu yang sebenarnya.” (seto)

Departemen Pekerjaan Perkirakan Biaya Rekonstruksi 2 Miyar Dolar Lebih

Gaza – Infopalestina: Departemen Pekerjaan Umum dan Perumahan Pemerintah Palestina di Jalur Gaza memperkirakan anggaran dana untuk membangun kembali Jalur Gaza setelah agresi Zionis Israel mencapai 2 milyar 215 juta dolar USD. Menurutnya, semua upaya yang dicurahkan baik tingkat regional maupun internasional tidak akan terealisasi kecuali dengan membuka pelintasan dan koordinasi dengan pemerintah. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Palestina Dr. Yusuf Mansi dalam konferensi pers di Gaza, Rabu (21/01) mengatakan, “Jumlah dana tersebut yang diperkirakan departemen adalah hitungan awal yang separohnya untuk kerusakan. Mencakup pembangunan kembali seluruh sektor ditambah bantuan dan penampungan segera untuk warga.”

Dia menjelaskan 5 ribu keluarga dihancurkan rumah mereka dan kehilangan seluruh perabotannya. Mereka membutuhkan tempat bernaung alternative. Kebutuhan standar satu keluarga selama satu tahun mencapai 10 ribu dolar.

Yusuf menambahkan, “Jumlah keluarga yang dihancurkan rumahnya sebagian atau hampir keseluruhan dan tidak layak untuk ditempati dengan memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagiannya mencapai 6 ribu rumah. Dan yang dibutuhkan untuk setiap rumah mencapai 5 ribu dolar. Sementara itu jumlah rumah yang rusak dan bisa direnovasi sebanyak 10 ribu rumah dan setiap rumah membuntuhkan dana sebesar 3 ribu dolar setiap tahunnya.

Dr. Yusuf menyebutkan global rumah penduduk yang dihancurkan secara total dan tidak layak untuk dihuni mencapai 20 ribu unit rumah dan membutuhkan dana 250 juta dolar untuk membangunnya kembali.

Dia menjelaskan gedung pemerintah, yayasan dan gelanggang yang dihancurkan membutuhkan dana 8 juta dolar untuk membangunnya kembali dan siap untuk dipakai. Sementara jumlah anggaran untuk membangun kembali bandara dan pelabuhan Gaza mencapai 10 juta dolar.

Sedangkan sekolah, kampus dan taman kanak-kanak yang dihancurkan selama agresi Zionis Israel ke Jalur Gaza membutuhkan dana 40 juta dolar. Ditambah 55 juta dolar sebagai anggaran pembangunan kembali pabrik, bengkel, mobil dan pelayanan sipil.

Jaringan infrastruktur air, listrik, jembatan dan jaringan penyebarannya membutuhkan dana 55 juta dolar untuk membangunnya kembali. Ditambah 40 juta dolar total anggaran yang diperkirakan untuk membangun kembali sumur-sumur pertanian, peternakan dan pabriknya. (seto)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *