80% WILAYAH JALUR GAZA GELAP TOTAL

Anggota Dewan Legislatif Palestina Jamal al Khudhri, ketua Komite Rakyat Anti Blokade, menegaskan bahwa penderitaan kemanusiaan di Jalur Gaza akibat blokade Zionis Israel dan penutupan pelintasan-pelintasan telah sampai pada situasi tragedi dan gambaran yang belum pernah ada yang menyamainya.

Dalam pernyataan Rabu (24/12), Khudhri menyerukan masyarakat internasional, Negara-negara Arab dan Islam segera bergerak untuk menyelamatkan rakyat Palestina yang diblokade di Jalur Gaza, yang mengalami blokade paling berbahaya yang menghancurkan segala sisi kemanusiaan, kesehatan, lingkungan, ekonomi dan semua lini kehidupan.

Khudhri menegaskan, “Krisis di Jalur Gaza terus meningkat setiap hari. Terutama akibat pembangkit listrik yang tidak beroperasi secara penuh sejak dua minggu akibat tidak adanya solar industri yang dibutuhkan untuk menyalakan mesin. Hal ini membuat 80% wilayah Jalur Gaza gelap total.”

Dia mengingatkan bahwa terputusnya listrik telah mengakibatkan seluruh bidang kehidupan di Jalur Gaza lumpuh total. Terutama di bidang kesehatan yang juga mengalami kehabisan obat-obatan dan sarana medis lainnya.

Dia juga menyebutkan 80% pabrik roti di Jalur Gaza telah berhenti memproduksi karena ketiadaan tepung dan gas untuk mengoperasikan pabrik, ditambah tutupnya semua penggilingan karena tidak adanya listrik dan pasokan gandum.

Khudhri menyatakan Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina UNRWA telah menghentikan pemberian bantuan bagi 750 pengungsi Palestina akibat penutupan pelintasan-pelintasan Jalur Gaza, larangan pasokan bantuan dan tepung oleh Israel, cadangan di gudang UNRWA juga habis. Hal ini sangat berdampak bagi para pengungsi karena mereka menggantungkan penuh kepada bantuan UNRWA.

Kelangkaan juga terjadi pada barang kebutuhan pokoh seperti tepung, beras, gula dan minyak. Di samping terus berkurangnya barang para pedagang Palestina di pelabuhan-pelabuhan Israel dan hilang sebagiannya, serta larangan masuknya semua jenis bahan bakar ke Jalur Gaza.

Khudhri menegaskan, berlanjutnya penutupan pelintasan-pelintasan Jalur Gaza merupakan bentuk eksekusi terhadap satu setengah juta manusia di Jalur Gaza dan perubahan dari babak sanksi massal kepada pembasmian massal. Dia mengingatkan bahwa pengangguran terus meningkat akibat blokade mencapai 65% dan mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan mencapai 80%. (seto/pic/fn)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *