Hakekat Ikhlas

Hakekat Ikhlas

Dari segi bahasa ikhlas berarti membersihkan dan memurnikan sesuatu.

Adapun menurut syari’at ikhlas mempunyai makna yang sangat banyak yang kesemuanya adalah benar dan saling melengkapi.

Diantara makna ikhlas menurut Salafush Shaleh -Rahimahumullah adalah:

“Hanya berorientasi kepada Allah Yang Maha Esa semata dalam beribadah.”
“Membersihkan hati dari segala yang mengotori kebeningannya.”
“Menghindari perhatian makhluk.”
“Mengesakan Allah dalam tujuan ketaatan.”
“Memurnikan tujuan mendekatkan diri kepada Allah dari segala kotoran.”
“Apa yang tidak diketahui Malaikat sehingga mencatatnya, tidak diketahui oleh musuh sehingga merusaknya dan tidak ujub (bangga diri) atasnya pelakunya sehingga membatalkannya.”
“Pemotivasi dalam mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan adalah mencari Ridha Allah.”
“Melupakan pandangan makhluk dengan terus menerus memandang Al-Khaliq (Allah).”
“Sama antara amal lahir dan batin seorang hamba dan bahkan batinnya lebih baik dari lahirnya.”
“Tidak ingin amalnya diketahui oleh yang lain selain Allah dan tidak pula mengharapkan balasan dari yang lain selain Allah.”
“Mengharapkan dengan segenap hati, amal dan perbuatan mencari ridha Allah dan takut dari murka Allah.”
“Menutupi kebaikan-kebaikan sebagaimana menutupi keburukan-keburukan.”
“Tidak mengaku atau melihat dirinya telah berbuat ikhlas.”…Dll…

Semua definisi diatas adalah benar dan saling melengkapi, intinya, ikhlas adalah tujuan seorang hamba dalam ketaatan dan taqarrubnya (mendekatkan dirinya) kepada Alah semata-mata hanya Allah saja tanpa yang lain. Bukan karena manusia, ingin dipuji, suka dipuji, ingin dilihat, didengar, ingin mendapatkan materi duniawi, popularitas atau yang lainnya.[www.hatibening.com]

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *