1,5 Juta Warga Palestina di Gaza Mati Secara Perlahan

Brussels – Infopalestina: Mereka diblokade hingga mati. Para pasien mereka terbaring di rumah sakit-rumah sakit tanpa obat menunggu ajal kematian. Mereka tinggal di rumah-rumah tanpa listrik, tanpa makan dan tanpa bahan makanan. Bahkan minum air bersih dan sepotong roti menjadi hal langka. Bukan itu saja, namun semua itu disertai dengan alat-alat pembunuh yang beroperasi siang malam membidik nyawa-nyawa yang belum terbunuh oleh blokade.

Inilah secara ringkas, kisah blokade, yang tidak membedakan korban antara yang besar dan yan kecil, dialami satu setengah juta manusian di Jalur Gaza di abad modern ini. Bahkan penderitaan akibat blokade ini mulai mengisyaratkan terjadinya tragedy kemanusiaan yang belum pernah disaksikan dunia sepanjang sejarah manusia modern.

Gaza Mati Perlahan

Penderitaan di Jalur Gaza telah digambarkan Sekjen Kabinet Pemerintah Persatuan Palestina pimpinan PM Ismail Haniyah, Dr. Muhammad Iwad. Bahwa rakyat Palestina di Jalur Gaza hari demi hari mati secara perlahan akibat meningkatnya blokade Israel yang mencekik dan krisis bahan bakar.

Bahkan dengan segala kekuatan yang dimiliki, pasukan penjajah Zionis Israel menambah penderitaan warga Palestina Jalur Gaza dengan memperketat blokade terhadap Jalur Gaza dan meningkatkan agresi militernya. Selain memangkas pasokan bahan bakar dan melarang pasien berobat ke luar, serta menghalangi sampainya bahan makanan dan obat-obatan kepada warga Palestina Jalur Gaza yang diblokade.

Kondisi di Jalur Gaza membuat sejumlah pihak mengeluarkan seruan pertolongan secepatnya untuk menyelamatkan Jalur Gaza. Direktur Palang Merah Internasional di Jalur Gaza, Anton Grand telah mengingatkan bahwa kondisi di Jalur Gaza sangat sulit dan keras sekali dialami rakyat Palestina akibat blokade, penutupan gerbang-gerbang perlintasan dan meningkatnya krisis bahan bakar. Semua ini turut memberikan andil secara jelas atas bertambahnya penderitaan warga Jalur Gaza.

Dia menyebutkan bahwa Palang Merah Internasional sudah tidak memiliki kemampuan lagi untuk menyediakan bahan bakar yang dibutuhkan warga Jalur Gaza. Bahkan hampir tidak bisa untuk menyediakan bahan bakar kebutuhan program dan berbagai aktivitasnya. Dia menyerukan lembaga-lembaga dan organisasi internasional agar menyelamatkan Jalur Gaza dan turun tangan menghentikan penderitaan warga. (seto)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *