Israel (Yahudi) Siap Sambut dan Amankan Bush

Habiskan Dana Rp 232,5 Juta/Jam

Petugas keamanan Yahudi disibukkan rencana kunjungan Presiden AS George W. Bush 9 Januari besok. Hampir seluruh personel keamanan negeri zionis itu disiagakan di Al Quds demi mengamankan orang nomor satu di AS tersebut. Sementara ratusan kamar hotel sudah disiapkan.

Persiapan Yahudi tidak main-main, mereka menghabiskan hampir USD 400 ribu (setara dengan Rp 37 miliyar) untuk mempercantik kotanya. “Tak hanya itu, kami sudah menyiapkan tim pembersih yang bertugas menghilangkan semua debu, coretan, dan sampah dari jalan, tembok, serta pojok-pojok jalan,” kata Jacob Avishar, pejabat kota yang bertanggung jawab atas persiapan kedatangan Bush.

Selain itu, lebih dari 10.500 polisi dan personel keamanan ditugaskan untuk melindungi Bush selama berada di Al Quds. Angka tersebut lebih dari sepertiga jumlah seluruh pasukan polisi Yahudi. “Akan sangat banyak polisi, sehingga tidak ada seorang pun yang bisa mendekati presiden,” kata juru bicara kepolisian, Micky Rosenfeld.

Personel keamanan termasuk penembak jitu, anjing pengendus bom, dan bodyguard dari jasa keamanan internal Shin Bet disiagakan. Dilaporkan Yahudi Radio, Yahudi harus mengeluarkan dana sekitar USD 25 ribu (setara dengan Rp 232,5 juta) untuk setiap jam saat Bush berada di negeri tersebut.

Untuk menjamin perjalanan Bush, semua penerbangan dari dan menuju Yahudi di satu-satunya bandara internasional Yahudi, Ben Gurion, bakal dihentikan sekitar kedatangan dan kepulangan Bush. Dari bandara, Bush bakal terbang naik helikopter menuju Al Quds.

Berdasarkan keterangan pejabat yang minta identitasnya dirahasiakan, helikopter tersebut bakal terbang dari AS naik pesawat kargo Air Force bersama limosin bersenjata. Perlengkapan tersebut ditambah mobil van yang dilengkapi peralatan komunikasi high-tech dan kendaraan lain yang penuh tim penyerang bersenjata.

Selama tinggal di Al Quds, Bush akan menginap di Hotel King David yang berbandrol USD 2,600 (setara dengan Rp 24 juta) per malam, untuk tamu yang bukan presiden AS. Sayangnya, asisten general manager Hotel King David, Benny Olearchik, menolak memberikan jumlah tamu Amerika yang membayar di salah satu hotel termahal di negeri itu.

Rombongan Bush yang sudah datang lebih dulu saja sudah menempati dua per tiga dari 237 kamar yang mereka miliki. “Semua kamar kami bakal di-booking oleh mereka begitu Bush sampai di Al Quds,” kata Olearchik. Tamu-tamu yang kebetulan memiliki rencana untuk tinggal di sana, terpaksa harus gigit jari karena reservasi pasti ditolak.

Dalam kunjungannya ke Timur Tengah, Bush berencana menghabiskan seminggu penuh untuk mengunjungi Yahudi dan negara-negara lain di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi dan Mesir. Ini akan menjadi kunjungan pertama sejak dia menjadi presiden. (AP/tia/ruk)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.