Pemerintah Federal AS Perintahkan Tutup Sekolah Milik Arab Saudi


Pemerintah Federal AS memerintahkan sekolah Islamic Saudi Academy (ISA) yang dikelola Arab Saudi, ditutup. Alasan penutupan sekolah itu, karena buku-buku teks yang digunakan berisi hasutan dan mengajarkan sikap tidak toleran.

Laporan yang dikeluarkan United States Commission on International Religious Freedom (USCIRF) seperti dilansir USA Today edisi Sabtu (20/10) menyebutkan bahwa, ada kekhawatiran yang mendalam apakah apa yang diajarkan di ISA mengedepankan sikap tidak tenggang rasa terhadap agama lain dan kemungkinan apa yang diajarkan di ISA akan mempengaruhi kepentingan Amerika Serikat.

“Sekolah itu sudah selayaknya ditutup sampai dilakukan penelitian yang menyeluruh terhadap semua buku-buku teks resmi yang digunakan di sekolah itu, ” demikian USCIRF.

Deputi Direktur USCIRF Tad Stahnke sudah mengirim surat pada duta besar Arab Saudi-yang disebut-sebut mengetuai jajaran pengurus sekolah tersebuut-agar diperbolehkan meneliti semua buku-buku yang digunakan di ISA, namun permohonan itu belum mendapat tanggapan.

ISA didirikan pada tahun 1984 dan merupakan sekolah yang menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Arab. Sekolah itu memiliki 933 siswa di beberapa kampus di Alexandria dan Fairfax, yang 28 persennya berasal dari Arab Saudi.

USCIRF menilai ISA sudah melanggar aturan Foreign Missions Act tahun 1982, karena sekolah itu langsung didanai dan dikelola ole pamerintah Arab Saudi. “ISA adalah satu-satunya sekolah di AS yang dioperasikan dengan otoritas langsung dari kedutaan besar Saudi, ” demikian laporan USCIRF.

Menurut laporan itu, keterlibatan langsung pemerintah Saudi terlihat dalam sejumlah kesempatan di mana pejabat kedutaan besar Saudi bicara pada pers atas nama ISA, termasuk ketika memberikan keterangan tentang kurikulum sekolah itu.

USCIRF membuat laporannya berdasarkan analisa terhadap buku-buku teks dari Saudi pada tahun 2006. Menurut USCIRF, buku-buku tersebut mengandung hasutan untuk menentang umat Kristiani, Yahudi dan Muslim Syiah.

Perintah USCIRF agar ISA ditutup, membuat para orang tua dan siswa di sekolah itu terkejut. “Sekolah itu mengajarkan karakter, perdamaian, ” tukas Kim Bullock, seorang mualaf yang empat anaknya bersekolah di ISA.

Bullock menegaskan, dia sama sekali tidak melihat kurikulum ISA mengajarkan ekstrimisme, bahkan beberapa staff pengajar di ISA adalah non-Muslim.

Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington juga mengkritik laporan USCIRF. Juru bicara Kedubes Saudi Nail al-Jubeir juga meyakinkan bahwa ISA tidak mengajarkan sikap tidak tenggang rasa terhadap agama lain. “Kami tak menyembunyikan apapun. Kami sudah sampaikan pada setiap orang yang ingin melihat ISA lebih dekat, bahwa ISA akan bersikap terbuka, ” kata Jubeir.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa Arab Saudi sudah mengambil langkah untuk merevisi buku-buku terbitannya, namun Arab Saudi butuh waktu untuk melakukan kajian terhadap buku-buku tersebut. (ln/iol) eramuslim.com

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.