Persiapan Pemerintah Saudi Menyambut Haji

Persiapan Pemerintah Saudi Menyambut Haji

Jumat, 27 Juli 2007

Menyambut musim haji, pemerintah Saudi mempersiapkan segala hal. Masjidil Haram diperluas. Areal sai di Safa dan Marwa juga akan diperlebar untuk jamaah

Hidayatullah.com—Pemerintah Saudi sedang mempersiapkan diri menyambut datangnya jamaah haji, Masjidil Haram di Mekah, misalnya, tengah di perluas. Perluasan areal terus dilakukan dan pada tahun 2007 ini diperkirakan areal Masjidil Haram meningkat 35% sehingga mampu menampung sekitar 3 juta jamaah. Hal ni dikemukakan sebuah sumber yang dikutip harian Khaleej Times edisi Rabo, 25 Juli kemarin.

Bahkan rencananya, Masjidil Haram, Mekah akan dirancang bisa menampung sekitar 10 juta jamaah pada tahun 2020 mendatang. Biaya untuk ekpansi itu diperkirakan mencapai 70 Milyar Riyal atau setara dengan sekitar Rp 160 Trilyun.

Dalam cetak biru pembangunan kota suci Mekah, kota ini nantinya akan mampu menampung 3 juta penduduk serta 8 juta jamaah yang datang.

Untuk upaya itu dilakukan antara lain dengan membangun Mega Proyek Jabal Omar sejak tahun 2005 dengan biaya 12 Milyar Riyal atau sekitar Rp 30 Trilyun. Jabal Omar memiliki luas 32.000 meter persegi termasuk lima hotel bintang lima di dalamnya.

Selain Masjidil Haram, Khadimul Haramain Raja Abdullah juga memerintahkan agar areal sa’i antara Safa dan Marwa diperlebar.

Begitu juga pebangunan jembatan pejalan kaki yang menghubungkan Ajyad dengan lantai pertama Masjidil Haram akan segera selesai untuk memudahkan jamaah.

Jembatan itu panjangnya 75 meter dan lebar 15 meer. Jembatan itu diharapkan selesai sebelum Ramadan dan dimanfaatkan sejak awal Ramadan 1428 Hijriyah ini. Sehingga jembatan tersebt bisa mengurangi kepadatan keluar masuk masjid pada musim umrah (Ramadan) dan haji.

Seperti dikuip Khaleej Times, Khadimul Haramain Raja Abdullah bin Abdul Aziz telah mengalokaskan dana sebesar 10 Milyar Riyal (sekitar Rp 23 Trilyun) untuk pembiayaan dan pembangunan Masjidil Haram di Mekah, Masjid Nabawi di Madinah, kawasan Arafah, Mina, dan Muzadalifah. [ifh]

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.