PEMBATALAN KEMUNGKARAN DAN BID?AH

PEMBATALAN KEMUNGKARAN DAN BID?AH

(Penjelasan Hadis Ke 5 Dari 50 / Arbain Nawawi Plus Tambahan Ibnu Rajab / Hadis-Hadis Inti Ajaran Islam)

Oleh: Abdullah Saleh Hadrami

Dari Ummul mukminin Ummu Abdillah ?Aisyah ?radhiallahu anha berkata: Telah bersabda Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam:
?Barangsiapa menciptakan hal-hal baru dalam urusan kami ini (dalam urusan agama dan syari?at) apa yang bukan (berasal) darinya, maka ia tertolak.?
(HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam riwayat Muslim:
?Barangsiapa mengamalkan suatu amalan yang tidak atas dasar urusan kami, maka ia (amalan tersebut) tertolak.?

Syarh dan Kandungan Hadis:

1. Berkata Ibnu Rajab ?rahimahullah: ?Hadis ini adalah salah satu prinsip agung (ushul) dari prinsip-prinsip Islam dan merupakan parameter amal perbuatan yang lahir (terlihat), sebagaimana hadis ?Innamal a?maalu binniyyaat?? (Hadis nomer satu tentang niat), adalah merupakan parameter amal perbuatan yang batin (tidak terlihat). Sebagaimana seluruh amal perbuatan yang tidak dimaksudkan untuk mencari keridhaan Allah maka pelakunya tidak mendapatkan pahala, maka demikian pula halnya segala amal perbuatan yang tidak atas dasar perintah Allah dan RasulNya ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam juga tertolak dari pelakunya. Siapa saja yang menciptakan hal-hal baru dalam agama yang tidak diizinkan oleh Allah dan RasulNya ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam, maka bukanlah termasuk perkara agama sedikitpun.? (Keterangan lebih lanjut mengenai masalah ini (bid?ah dan sunnah) terdapat dalam hadis nomer dua puluh delapan yang akan datang).

2. Beliau berkata pula: ?Makna hadis (diatas adalah): bahwa barangsiapa amal perbuatannya keluar dari syari?at dan tidak terikat dengannya, maka tertolak.?

3. Berkata Ibnu Daqiq Al-?Ied ?rahimahullah: ?Hadis ini adalah salah satu kaidah agung dari kaidah-kaidah agama dan ia merupakan jawami?ul kalim (kata-kata yang singkat namun padat) yang diberikan kepada Al-Musthafa ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam, karena sesungguhnya ia (hadis ini) dengan jelas merupakan penolakan semua bid?ah dan segala yang dibuat-buat (dalam perkara agama).?

4. Beliau berkata pula: ?Hadis ini dijadikan dalil atas pembatalan semua akad (transaksi) yang terlarang dan peniadaan hasilnya (hasil yang merupakan konsekwensi dari akad tersebut).?

5. Beliau berkata pula: ?Sebagian ulama? ahli ushul (al-ushuliyuun) menjadikan hadis ini sebagai dalil bahwa larangan (terhadap sesuatu) menyebabkan rusak (tidak sahnya sesuatu tersebut).?

6. Beliau berkata pula: ?Hadis ini adalah termasuk yang sepatutnya diperhatikan dengan menghapal, menyebarkan (mensosialisasikan) dan mempergunakannya dalam membatalkan kemungkaran-kemungkaran, karena ia (hadis ini) mencakup itu semua.?

7. Amalan-amalan terbagi menjadi dua bagian: Ibadah dan muamalah. Semua ibadah dan muamalah yang menyimpang dari syari?at adalah batal dan tidak sah.

8. Contoh ibadah:
– Seseorang yang mendekatkan diri kepada Allah dengan cara-cara ibadah yang tidak pernah diajarkan Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam maka ibadahnya tertolak dan sia-sia, seperti seseorang yang mendekatkan diri kepada Allah dengan mendengarkan alat-alat musik, berjoget dll.
– Seseorang yang menambah-nambahi cara ibadah yang telah disyari?atkan maka tambahannya ditolak dan sia-sia, seperti seseorang yang berwudhu lebih dari tiga kali dan seseorang yang menyambung puasa siang dan malam dll. Bahkan bisa jadi amalannya ditolak semua apabila amalan itu adalah merupakan satu kesatuan yang tidak mungkin dipisahkan, seperti seseorang yang menambahi shalat Dhuhur menjadi lima raka?at dengan sengaja dll.
– Seseorang yang mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah yang terlarang, seperti berpuasa pada hari raya (iedul fitri atau idul adha) dll, maka amalnya tertolak dan tidak sah.

9. Contoh muamalah:
– Seseorang yang menikah dengan mahramnya sendiri, maka nikahnya adalah batal dan tidak sah. Demikian pula seorang wanita yang menikah tanpa wali.
– Seseorang yang melakukan transaksi riba?, maka transaksinya batal dan tidak sah.
– Seseorang yang memperjualbelikan barang-barang haram, seperti khamer, bangkai, babi, berhala, anjing dll, maka jual belinya batal dan tidak sah.

10. Barangsiapa membuat suatu bid?ah dalam agama yang tidak sesuai dengan syari?at maka dia mendapatkan dosanya dan dosa setiap orang yang mengamalkannya.

11. Islam adalah agama ittiba? (mengikuti sunnah Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam) dan bukannya ibtida? (membuat bid?ah).

12. Islam adalah agama yang sempurna tanpa kekurangan sehingga tidak lagi memerlukan tambahan (bid?ah).

13. Dalam memberantas bid?ah hendaklah seseorang melakukannya dengan cara hikmah dan nasehat yang baik.

(Bersambung Hadis Ke 6)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *