KEHORMATAN MUSLIM

KEHORMATAN MUSLIM

(Penjelasan Hadis Ke 8 Dari 50 / Arbain Nawawi Plus Tambahan Ibnu Rajab / Hadis-Hadis Inti Ajaran Islam)

Oleh: Abdullah Saleh Hadrami

Dari Ibnu Umar ?Radhiallahu ?Anhuma, bahwasanya Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam bersabda:
“Aku diperintah untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan laa ilaaha illallaah, mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat. Jika mereka telah melakukan hal itu, maka mereka telah memelihara harta dan jiwanya dari aku kecuali karena hak Islam (alasan yang hak) dan kelak perhitungannya terserah kepada Allah Ta’ala”.
(HR. Bukhari dan Muslim)

Syarh dan Kandungan Hadis:

1. Wajib memerangi penyembah berhala atau orang-orang musyrik sehingga masuk Islam. Adapun memerangi Ahli Kitab maka mempunyai dua tujuan: Mereka masuk Islam atau tetap dalam agama mereka akan tetapi membayar jizyah (upeti) dan tunduk kepada aturan-aturan Islam.

2. Mengucapkan dua kalimat syahadat adalah merupakan syarat untuk menghukumi seseorang telah masuk Islam.

3. Mengucapkan dua kalimat syahadat cukup untuk menjadikan jiwa dan harta terlindungi kecuali apabila melakukan hal-hal yang dapat merusak perlindungan tersebut.

4. Syari?at Islam berupaya agar darah dan harta kaum muslimin tetap terjaga dan terlindungi.

5. Berkata Ibnu Rajab ?rahimahullah: ?Sesungguhnya dengan dua kalimat syahadat saja sudah bisa melindungi orang yang mengucapkannya dan ia menjadi muslim karenanya. Jika setelah ia masuk Islam, ia mendirikan shalat, membayar zakat, dan mengerjakan syari?at-syari?at Islam, ia berhak atas hak dan kewajiban kaum muslimin. Jika tidak mengerjakan salah satu dari rukun Islam tersebut dan mereka dalam satu kelompok yang mempunyai kekuatan, maka mereka diperangi?.

6. Berkata Ibnu Rajab ?rahimahullah: ?Ini semua menunjukkan bahwa Nabi?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam mengakui keadaan orang-orang yang masuk Islam. Jika mereka mengerjakan shalat dan membayar zakat, mereka tidak diperangi. Jika mereka tidak mengerjakannya, maka tidak ada yang menghalangi untuk memerangi mereka. Dalam hal ini terjadi perdebatan antara Abu Bakar Ash-Shiddiq dengan Umar ibnul Khaththab sebagaimana terdapat dalam Ash-Shahihain (dua kitab shahih, shahih Al-Bukhari dan shahih Muslim) dari Abu Hurairah ?Radhiallahu ?Anhu berkata:
Tatkala Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam wafat dan Abu Bakar Ash-Shiddiq ?Radhiallahu ?Anhu diangkat sebagai khalifah sepeninggal beliau, dan diantara orang-orang Arab ada yang menjadi kafir, Umar berkata kepada Abu Bakar: Bagaimana engkau memerangi manusia, padahal Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam bersabda: ?Aku diperintahkan memerangi manusia hingga mereka mengucapkan laa ilaaha illallaah (tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah), barangsiapa telah mengucapkan: laa ilaaha illallaah (tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah), ia telah melindungi darah dan hartanya dariku kecuali dengan haknya dan hisabnya ada pada Allah.?
Abu Bakar ?Radhiallahu ?Anhu berkata: ?Demi Allah, aku pasti memerangi orang-orang yang memisahkan antara shalat dan zakat, karena zakat adalah hak harta. Demi Allah, seandainya mereka menolak membayar ?iqal (seutas tali) yang dulu mereka bayarkan kepada Rasululullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam, aku pasti memerangi mereka karena penolakan mereka tersebut.?
Umar ?Radhiallahu ?Anhu berkata: ?Demi Allah, tiadalah dia itu melainkan aku memandang bahwa Allah telah melapangkan dada Abu Bakar untuk memerangi (mereka), maka aku tahu bahwa dia benar.?

7. Berkata Ibnu Rajab ?rahimahullah: ?Perkataan Abu Bakar ?Radhiallahu ?Anhu: ?Aku pasti memerangi orang-orang yang memisahkan antara shalat dan zakat, karena zakat adalah hak harta.? Menunjukkan bahwa barangsiapa meninggalkan shalat, ia diperangi karena shalat adalah hak badan. Begitu juga orang meninggalkan zakat, karena zakat adalah hak harta. Di sini terdapat sinyal (isyarat) bahwa memerangi orang yang meninggalkan shalat itu menjadi konsensus bersama (ijma?), karena Abu Bakar menjadikannya sebagai prinsip (ashl) dari sebuah analogi (qiyas).?

8. Berkata Ibnu Rajab rahimahullah: ?Sabda Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam: ?Kecuali dengan haknya?. Dalam riwayat lain: ?Kecuali dengan hak Islam?. Telah disebutkan bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq ?Radhiallahu ?Anhu memasukkan pengerjaan shalat dan pembayaran zakat ke dalam hak tersebut. Ada juga ulama yang memasukkan pengerjaan puasa dan haji ke dalam hak tersebut. Dan diantara haknya pula adalah pengerjaan hal-hal haram yang membuat darah orang muslim menjadi halal.? (Lihat hadis nomer 14).

9. Hadis ini adalah merupakan bantahan terhadap kelompok murji?ah yang beranggapan bahwa iman tidak ada sangkut pautnya dengan amal perbuatan.

10. Manusia dihukumi dengan amal-amal lahiriyahnya saja, adapun yang tersembunyi maka diserahkan kepada Allah Yang Maha Mengetahui pengkhianatan mata dan apa yang tersembunyi dalam dada.

11. Ahli bid?ah yang mengikrarkan tauhidullah dan menegakkan syari?at-syari?atNya adalah tidak kafir.

12. Tugas para da?i adalah memberikan peringatan dan bukan mencari tahu isi hati manusia dan bukan pula memata-matai semua gerak-gerik dan rahasia mereka lalu menghukumi mereka atasnya.

13. Hendaklah para da?i melaksanakan tugas dakwahnya dengan ikhlas karena Allah semata, tidak untuk memenangkan diri atau kepentingan pribadi dan kelompoknya, bahkan dia selalu berusaha membela agama Allah apabila kehormatan Islam dirusak.

(Bersambung Hadis Ke 9)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.