Pentingnya Niat

P E N T I N G N Y A N I A T

(Penjelasan Hadis Ke 1 Dari 50 / Arbain Nawawi Plus Tambahan Ibnu Rajab)

Oleh: Abdullah Saleh Hadrami

Dari Amirul Mukminin Abu Hafs Umar bin Al-Khaththab ?Radhiallahu ?Anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam bersabda:
?Sesungguhnya amal itu dengan niat, dan sesungguhnya bagi tiap-tiap orang adalah apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan RasulNya, maka hijrahnya adalah kepada Allah dan RasulNya (mendapatkan pahala dan ganjaran). Dan barangsiapa yang hijrahnya untuk mendapatkan dunia atau wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa yang ia niatkan (tidak mendapatkan pahala dan ganjaran).?
(HR. Bukhari dan Muslim)

Syarah dan Kandungan Hadis:

1- Ibnu Rajab ?rahimahullah berkomentar tentang hadis ini: Para ulama telah bersepakat akan kesahihannya dan menerimanya. Al-Bukhari memulai kitab ?Sahih?nya dengan hadis ini dan menempatkannya sebagai kata pengantarnya sebagai isyarat darinya bahwa semua amal perbuatan yang tidak dimaksudkan kepada keridhaan Allah adalah batil dan tidak ada buahnya di dunia dan akhirat.

2- AbdurRahman bin Mahdi ?rahimahullah berkata: ?Seandainya aku menulis bab-bab, pasti aku meletakkan hadis Umar ibnul Khaththab ?Radhiallahu ?Anhu tentang ?Innamal a?maalu binniyyaat? (sesungguhnya amal itu dengan niat) di setiap bab.? Beliau berkata pula: ?Barangsiapa ingin menulis buku, hendaklah ia memulainya dengan hadis ?Innamal a?maalu binniyyaat? (sesungguhnya amal itu dengan niat).?

3- Anjuran untuk ikhlas dalam semua amalan. Allah berfirman: ??Maka barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, hendaklah ia mengerjakan amal shaleh dan janganlah ia berbuat syirik sedikitpun dalam beribadah kepada Tuhannya.? (QS. Al-Kahfi: 110)

4- Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam bersabda: ?Sesungguhnya Allah tidak akan menerima amalan kecuali yang ikhlas dan hanya mengharapkan WajahNya.? (HR. An-Nasa?i dll dengan sanad Hasan)

5- Dari Zaid bin Tsabit ?Radhiallahu ?Anhu, Dari Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam bersabda: ?Barangsiapa yang keinginannya (niatnya) adalah dunia, Allah menjadikan urusannya bercerai-berai dan menjadikan kemelaratan di depan matanya serta tidak datang kepadanya dunia melainkan sekedar yang ditetapkan untuknya. Dan barangsiapa yang keinginannya (niatnya) adalah akhirat, Allah mengumpulkan (melancarkan) urusannya dan menjadikan kecukupan di hatinya serta dunia datang kepadanya dalam keadaan hina.? (HR. Imam Ahmad, Ibnu Majah dll dengan sanad Sahih).

6- Wajib bagi setiap muslim untuk berniat sebelum beramal. Zubaid al-Yami ?rahimahullah berkata: ?Saya suka berniat dalam segala sesuatu, termasuk ketika makan dan minum.?

7- Semua perbuatan baik dan bermanfaat apabila diniatkan untuk kebaikan maka itu adalah ibadah.

8- Niat menurut pendapat para ulama mempunyai dua pengertian: 1- Untuk membedakan sebagian ibadah dengan ibadah lainnya, atau membedakan antara ibadah dengan adat kebiasaan. 2- Untuk membedakan yang menjadi tujuan dalam beramal. Apakah tujuan amal perbuatan tersebut adalah Allah saja yang tidak ada sekutu bagiNya ataukah selain Allah?.

9- Setiap amal perbuatan bisa menjadi baik, rusak, diterima, ditolak, diberi pahala atau tidaknya adalah tergantung niat.

10- Bahaya perbuatan riya?.

11- Riya? ada dua macam: 1-Beramal karena manusia, 2-Beramal karena Allah dan karena manusia.

12- Wajib hijrah dari negeri kafir ke negeri Islam apabila seorang muslim tidak mampu atau dilarang untuk mengamalkan ajaran agama Islam di negeri tersebut.

13- Wajib hijrah dari tempat maksiat ke tempat taat.

14- Ucapan Salafush Shaleh tentang niat:

Ibnul Mubarak ?rahimahullah berkata: ?Adakalanya amal kecil menjadi besar karena niat, dan adakalanya pula amal besar menjadi kecil karena niat.?

Berkata Ya?kub ?rahimahullah : ?Orang yang ikhlas adalah orang yang menyembunyikan kebaikannya sebagaimana ia menyembunyikan keburukannya.?

Suhail ?rahimahullah ditanya oleh seseorang: ?Apakah sesuatu yang paling berat bagi nafsu ?? Beliau menjawab: ?Keikhlasan, karena nafsu tidak mendapat bagian padanya.?

Al-Fudlail bin ?Iyadl ?rahimahullah bertutur: ?Meninggalkan amal karena manusia adalah riya?, dan beramal karena manusia adalah syirik, sedang keikhlasan adalah Allah menyelamatkan anda dari keduanya.?

Ibnu ?Ajlan ?rahimahullah berkata: ?Amalan tidak akan menjadi baik sehingga memenuhi tiga perkara: Takwa kepada Allah, niat yang baik (ikhlas) dan benar (sesuai sunnah).?

(Bersambung Hadis Ke 2)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *