Khatib al Aqsha Kritik Kekenduran Umat dalam Pembebasan al Quds dan al Aqsha

Khatib al Aqsha Kritik Kekenduran Umat dalam Pembebasan al Quds dan al Aqsha

Infopalestina-Alquds: Khatib Masjid al Aqsha mengkritik keras sikap Arab dan dunia Islam yang semakin mundur dan kendur dalam pembebasan kota suci al Quds dan masjid al Aqsha al Mubarak.

Mufti al Quds, Syaikh Muhammad Husain dalam khutbah Jum´at, kemarin, mengungkapkan keheranannya seraya bertanya, “Apa yang dilakukan umat Arab dan dunia Islam untuk membebaskan kota suci al Quds dan masjid al Aqsha al Mubarak, setelah 40 tahun lamanya tragedi berlangsung?”

Syaikh Husain mengatakan, “Sudahkan umat menstok pasukan dan kekuatannya untuk pembebasan kota al Quds dan warganya yang tersandera? Apakah sudah melakukan langkah politik guna menyarukan sikap untuk menekan penjajah dan memaksanya menghentikan langkah-langkah tiraninya dengan merubah rambu-rambu kota suci al Quds dan menyerang tempat-tempat sucinya? Sudahkan umat menggunakan potensi dana dan informasinya guna membantu masalah sentral umat ini?”

Husain menambahkan, “Masalah Palestina asalah masa sentral kajian dalam setiap pertemuan-pertemuan Arab dan Islam.” Dia mengingatkan, “Bukanlah Organisasi Negara Negara Islam (OKI) sudah berdiri sejak pembakaran masjid al Aqsha pada tahun 1969, yang kemudian terbentuk komisi al Quds di lembaga OKI.”

Namun demikian, lanjut Syaikh Husain, “Empatpuluh tahun sudah berlalu al Quds hilang. Adakah bencara dan tragedi lebih besar yang menimpa umat ini dari targedi dan bencara pertama yang menimpa Palestina dengan pengusiran warganya menjadi pengungsi di bebergai negara tetangga dan di bagian dunia lainnya. Penjajahan kota suci al Quds adalah serangan tangsung terhadap bagian dari aqidah kaum muslimin. Terkait dengan mu´jizat isra´ Nabi SAW. dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha, kemudian mi´raj dari masjidil Aqsha menuju sidratul muntaha.”

Khatib masjid al Aqsha ini kembali mengingatkan rencana penghancuran otoritas penjajah Zionis Israel, “Yang telah dimulai pada hari-hari pertama pendudukan. Mereka menghancurkan lorong pintu al Maghariba dan mulai melakukan penggalian terowongan di seluruh arah yang mengitari masjid al Aqsha al Mubarak. Mereka melenggang mencari waham dan klaim tentang peradaban, sebagai upaya untuk memalsukan realita, pemberangusan senjarah, meng-absurd-kan (memustahilkan) peradaban Islam yang nampak di semua sisi dan tanah al Quds.”

Syaikh Husain juga mengingatkan adanya upaya-upaya yang terus dilakukan Zionis Israel untuk menghijrahkan (mengusir) warga al Quds dan memutus mereka dari keterkaitannya dengan kota suci mereka. Agar wilayah tersebut bersih untuk diduduki dan didirikan permukiman-permukiman koloni Yahudi, serta melaksanakan rencana yahudisasi mereka di kota suci al Quds sekaligus menghancurkan peradaban (Islam)nya, agar menjadi sentral Yahudi dan ibukota negara Yahudi. (seto)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.