TAFSIR SURAT AN-NAAS (MANUSIA)

Abdullah Saleh Hadrami

TAFSIR SURAT AN-NAAS (MANUSIA)
Madaniyyah atau Makkiyyah. Surat Ke 114; 6 ayat.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Orang Islam Selalu Berlindung Kepada Allah Ta?ala:

Katakanlah: ?Aku berlindung kepada Tuhan manusia. (1)

Katakanlah wahai Rasulullah Muhammad ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam: Aku berlindung dan berpegang teguh kepada Allah, Tuhannya manusia, Yang Maha Kuasa untuk menolak semua keburukan dan kejahatan dengan sendiriNya.

Dalil Tauhid Rububiyyah, yaitu Diantaranya Allah Ta?ala adalah Maha Raja:

Raja manusia. (2)

Allah  adalah Rajanya manusia yang mengatur semua urusan mereka dan Dia Maha Kaya serta tidak membutuhkan bantuan mereka sedikitpun.

Dalil Tauhid Uluhiyyah, yaitu Hanya Allah-lah yang Berhak Disembah:

Sembahan manusia. (3)

Allah adalah Sembahan manusia yang tiada sembahan yang hak selain Dia, inilah makna Laa Ilaaha Illallaah.
Allah adalah Tuhan, Raja dan Sembahan manusia Yang Maha Kuasa dengan sendiriNya untuk melindungi mereka dari semua kejahatan dan keburukan. Kita harus selalu memohon pertolongan, berlindung dan berpegangteguh kepadaNya.

Syaitan Selalu Menyertai Manusia:

dari kejahatan bisikan syaitan yang biasa bersembunyi, (4)

Syaitan selalu memberikan was-was dan bisikan-bisikan buruk apabila seseorang lalai daripada berdzikir kepada Allah, dan syaitan akan pergi dan bersembunyi apabila seseorang berdzikir kepada Allah.
Diantara bentuk was-was syaitan adalah menampakkan kejahatan sebagai kebaikan dan menjadikan seseorang bersemangat untuk mengerjakannya dan menjadikan seseorang enggan melakukan kebaikan karena ditampakkan kepadanya seakan suatu keburukan.
Setiap manusia mempunyai syaitan yang selalu menyertai dia yang disebut Qoriin. Rasulullah?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam bersabda: ?Tiadalah seorang diantara kalian melainkan ada Qoriin yang selalu menyertainya.? Para sahabat bertanya: Bagaimana dengan Anda Ya Rasulullah ?. Beliau?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam menjawab: ?Demikian pula aku, hanya saja Allah membantuku atasnya sehingga aku selamat darinya (dia masuk Islam) dan tiadalah dia (Qoriin) menyuruhku melainkan dengan kebaikan.? (Ibnu Katsir berkata: Hadis Sahih).

Was-Was adalah dari Syaitan:

yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia, (5)

Syaitan selalu membisikkan keburukan dan keragu-raguan ke dalam dada manusia. Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam bersabda: ?Sesungguhnya syaitan itu mengalir dalam tubuh manusia seperti aliran darah.? (Ibnu Katsir berkata: Hadis Sahih).
Berkata Ibnu Abbas ?Radhiallahu ?Anhuma: ?Syaitan selalu mengintai hati manusia, apabila dia lupa dan lalai maka syaitan memberinya was-was, dan apabila dia berdzikir kepada Allah maka syaitan itupun bersembunyi?.

Waspada dari Syaitan Jin dan Manusia:

dari golongan jin dan manusia. (6)

Syaitan adakalanya dari golongan jin dan adakalanya pula dari golongan manusia, karena siapa saja yang menyeru kepada kemaksiatan dan mendorong ke arah itu, dia adalah syaitan. Oleh sebab itu hendaklah kita selalu waspada dan bersikap hati-hati serta selalu memohon perlindungan kepada Allah agar selamat dari godaan dan tipu daya syaitan semuanya.

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.